TAMIANG LAYANG, SPN – Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), berbagai terobosan dilakukan guna mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dari kategori sedang menuju kategori tinggi.
Salah satu inovasi yang kini mulai dirasakan manfaatnya adalah program layanan silang bahan perpustakaan tercetak. Program ini menghadirkan buku-buku bacaan di berbagai titik layanan publik, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan waktu menunggu dengan aktivitas yang lebih produktif, yakni membaca.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPK Kabupaten Barito Timur, Ari Panan P. Lelu, S.H., mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses literasi bagi masyarakat.
“Melalui layanan silang ini, kami ingin mendekatkan buku kepada masyarakat. Tidak hanya di perpustakaan, tetapi juga di ruang-ruang publik, sehingga minat baca dapat tumbuh secara alami,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada Februari 2026, program ini telah menggandeng sedikitnya 17 instansi, baik vertikal maupun horizontal. Sejumlah lokasi strategis yang telah menyediakan layanan ini antara lain RSUD Tamiang Layang, KP2KP Tamiang Layang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kecamatan Benua Lima, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tamiang Layang, Sekretariat Daerah Bartim, hingga Dinas Pendidikan.
Dengan hadirnya koleksi buku di ruang tunggu, masyarakat kini memiliki alternatif kegiatan yang bermanfaat sembari menunggu layanan. Langkah ini dinilai efektif dalam membangun budaya baca yang lebih kuat di tengah masyarakat.
DPK Barito Timur optimistis, semakin luasnya penyebaran bahan bacaan di ruang publik akan berdampak signifikan terhadap peningkatan minat baca masyarakat. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak nilai IPLM pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Inovasi ini sekaligus menegaskan bahwa penguatan literasi tidak hanya terbatas di dalam perpustakaan, tetapi juga dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif dengan menjadikan ruang publik sebagai pusat edukasi dan interaksi masyarakat. (red)


Comment