JAKARTA, SPN – Transportasi bukan sekadar sarana untuk memindahkan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Di tengah luasnya wilayah Indonesia, konektivitas transportasi menjadi bagian penting yang menentukan kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, sekaligus membuka akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Hal tersebut menjadi relevan dalam momentum Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang diperingati pada 17 September. Kementerian Perhubungan menyebut momentum Harhubnas sebagai bentuk apresiasi terhadap insan perhubungan yang berperan menghubungkan masyarakat, wilayah dan berbagai potensi di Indonesia.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN, Muhammad Syauqie, S.Hut, mengatakan pembangunan sektor perhubungan perlu terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadirkan konektivitas yang semakin baik dan merata.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi antara lain infrastruktur dan perhubungan, Syauqie memiliki ruang kerja legislatif yang berkaitan langsung dengan sektor tersebut. Profil Fraksi PAN juga mencatat Syauqie sebagai anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah untuk periode 2024–2029.
“Transportasi merupakan urat nadi mobilitas masyarakat. Karena itu, pembangunan dan peningkatan kualitas transportasi harus benar-benar memberikan kemudahan, keamanan dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Syauqie, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, konektivitas menjadi semakin penting bagi daerah dengan karakter geografis seperti Kalimantan Tengah. Jaringan transportasi yang baik dibutuhkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi antardaerah.
Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur transportasi juga perlu melihat keterhubungan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Dengan demikian, keberadaan infrastruktur tidak hanya berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari sistem konektivitas yang saling mendukung.
“Yang kita dorong bukan hanya pembangunan fisik, tetapi bagaimana seluruh sistem transportasi dapat terkoneksi dengan baik. Masyarakat harus mendapatkan akses transportasi yang aman, nyaman dan sesuai dengan kebutuhan,” katanya.
Syauqie juga menekankan pentingnya aspek keselamatan. Menurutnya, peningkatan konektivitas harus berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan dan standar keselamatan, sehingga kemudahan mobilitas tidak mengabaikan perlindungan terhadap pengguna transportasi.
“Kecepatan pembangunan harus diikuti dengan kualitas. Jangan sampai kita hanya berbicara tentang konektivitas, tetapi aspek keselamatan, kenyamanan dan pelayanan justru tertinggal,” tuturnya.
Ia berharap, Harhubnas 2026 dapat menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan sistem perhubungan yang semakin terintegrasi.
“Transportasi yang maju adalah transportasi yang mampu menjawab kebutuhan rakyat dan menghubungkan berbagai potensi daerah. Semoga ke depan konektivitas Indonesia semakin kuat dan pembangunan perhubungan semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Muhammad Syauqie. (red)











Comment