JAKARTA, SPN – Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Muhammad Syauqie, menilai pidato Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) pada Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) PAN ke-28, Jumat, (18/9/2026) malam, menjadi penegasan arah perjuangan partai yang berfokus pada kesejahteraan rakyat, khususnya melalui penguatan sektor pangan dan peningkatan kesejahteraan petani serta nelayan.
Menurut Syauqie, pesan yang disampaikan Zulhas tidak hanya menjadi refleksi perjalanan PAN selama 28 tahun, tetapi juga menjadi pedoman bagi seluruh kader untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan kerja nyata dan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
“Pidato Ketua Umum PAN menegaskan bahwa politik harus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Fokus terhadap swasembada pangan, peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, serta pembangunan desa merupakan agenda yang sangat relevan dengan kebutuhan rakyat saat ini,” ujar Syauqie, Minggu (20/9/2026).
Ia mengatakan, gagasan swasembada pangan yang disampaikan Zulhas merupakan bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan bangsa. Dalam pidatonya, Zulhas menekankan bahwa swasembada pangan bukan sekadar persoalan produksi, melainkan menyangkut kehormatan petani Indonesia dan kemampuan bangsa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Syauqie menilai, semangat tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat Kalimantan Tengah yang selama ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pengembangan kawasan pangan. Karena itu, ia mendorong agar berbagai program yang mendukung produktivitas petani dan nelayan terus diperkuat hingga ke daerah.
Selain itu, legislator PAN tersebut juga mengapresiasi ajakan Zulhas kepada seluruh kader untuk menjaga keberpihakan kepada rakyat dan mendukung pembangunan nasional melalui semangat gotong royong. Dalam pandangannya, Indonesia yang memiliki wilayah luas dan tantangan pembangunan yang kompleks membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
“Pesan gotong royong yang disampaikan Ketua Umum sangat penting. Kemajuan bangsa tidak bisa dibangun oleh satu kelompok saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, parlemen, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh komponen bangsa agar pembangunan dapat berjalan optimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Syauqie juga menyoroti peluncuran Gerakan PANsar Murah Nasional yang diperkenalkan dalam rangkaian HUT PAN ke-28. Menurutnya, program tersebut menunjukkan komitmen PAN untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, terutama terkait kebutuhan bahan pokok.
Ia menegaskan, Fraksi PAN di DPR RI akan terus mengawal berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk penguatan ketahanan pangan, pembangunan desa, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, serta program-program yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semangat yang disampaikan Pak Zulhas dalam HUT PAN ke-28 harus menjadi energi bagi seluruh kader untuk bekerja lebih keras, lebih dekat dengan rakyat, dan menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Itulah esensi perjuangan PAN yang terus relevan hingga hari ini,” tutup Syauqie. (red)











Comment