PANGKALAN BUN, SPN – Sektor pariwisata di Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan taringnya di kancah internasional. Salah satu destinasi yang menjadi magnet utama para pelancong lintas negara adalah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang terletak di semenanjung barat daya Provinsi Kalimantan Tengah.
Dikenal sebagai ibu kota orangutan dunia, TNTP menawarkan pengalaman ekowisata premium yang memadukan petualangan menyusuri sungai purba dengan misi konservasi satwa liar yang dilindungi.

Menyusuri Sungai Sekonyer dengan Kelotok
Mayoritas wisatawan memulai petualangan mereka dari Pelabuhan Kumai menggunakan kapal kayu tradisional yang disebut Kelotok. Selama beberapa hari, kapal ini bertransformasi menjadi hotel terapung bagi para wisatawan.
Sembari menyusuri Sungai Sekonyer yang berair tenang namun pekat, mata pengunjung akan dimanjakan oleh vegetasi hutan hujan tropis, pohon nipah, serta kemunculan satwa endemik seperti monyet bekantan berhidung panjang yang bergelantungan di pucuk pohon.
Bertemu Langsung dengan Orangutan di Camp Leakey
Puncak dari perjalanan ini adalah mengunjungi pusat-pusat rehabilitasi orangutan, dengan yang paling legendaris adalah Camp Leakey. Didirikan sejak tahun 1971 oleh Dr. Birute Galdikas, tempat ini menjadi lokasi pengamatan orangutan di habitat aslinya.
Wisatawan dapat berjalan kaki (trekking) ringan menembus hutan menuju *feeding station* (panggung pemberian makan). Di sini, wisatawan dapat menyaksikan dari dekat keharmonisan hidup para orangutan, mulai dari ibu orangutan yang menggendong bayinya hingga dominasi sang pejantan alfa.
Komitmen Konservasi dan Dampak Ekonomi
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat menyatakan bahwa popularitas Tanjung Puting tidak hanya berdampak pada nama baik daerah di mata dunia, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara signifikan. Mulai dari penyewaan kapal kelotok, pemandu wisata lokal, hingga pengrajin suvenir khas Dayak merasakan dampak positif dari kehadiran para pelancong.
Pemerintah daerah bersama balai taman nasional pun terus berkomitmen menjaga kelestarian ekosistem gambut dan hutan hujan ini agar tetap menjadi rumah yang aman bagi flora dan fauna endemik Kalimantan, sekaligus destinasi wisata yang berkelanjutan (sustainable tourism).
Bagi Anda yang mendambakan pelarian dari hiruk-pikuk perkotaan dan ingin merasakan kedamaian di jantung Borneo, Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah adalah jawaban yang sempurna. (bp)











Comment