PALANGKA RAYA, SPN – Musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa menyisakan duka dan keprihatinan. Direktur PT Berkat Rezki Nusantara (BRN), Agus Hermawan, menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban serta keluarga yang terdampak.
Menurut Agus, kabar kecelakaan kapal tersebut menjadi perhatian karena ratusan orang berada di dalam kapal saat musibah terjadi. Terlebih, sebagian korban masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
“Saya turut berduka cita atas musibah yang dialami KM Virgo Transport 8. Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Agus, Senin (14/9/2026).
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut membawa total 243 orang, terdiri dari penumpang dan anak buah kapal (ABK).
Sebelum mengalami musibah, kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk dengan gelombang tinggi lebih dari dua meter di perairan Laut Jawa.
Setelah komunikasi terputus, laporan mengenai kondisi kapal kemudian diterima Kantor SAR Banjarmasin dan operasi penyelamatan langsung dilakukan. Berdasarkan perkembangan hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 97 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan 6 orang meninggal dunia dan 140 orang masih dalam pencarian.
Agus berharap proses pencarian terus dilakukan secara maksimal. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para korban dan keluarga yang saat ini masih menunggu kabar.
“Untuk korban yang masih dicari, kita berharap segera ditemukan.
Mudah-mudahan seluruh proses pencarian berjalan lancar dan tim SAR diberikan keselamatan serta kekuatan dalam menjalankan tugas,” katanya.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, hingga awak kapal yang ikut membantu proses evakuasi.
Menurut Agus, bantuan dari kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi menunjukkan pentingnya kepedulian dan solidaritas dalam menghadapi musibah.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana seluruh pihak bisa saling membantu. Setiap pertolongan sangat berarti bagi para korban dan keluarga mereka,” tuturnya.
Agus juga berharap kecelakaan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan transportasi laut. Kondisi cuaca dan gelombang tinggi, menurutnya, harus menjadi perhatian serius dalam menentukan keamanan sebuah pelayaran.
“Keselamatan manusia harus selalu menjadi prioritas. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran dan evaluasi agar keselamatan pelayaran ke depan semakin baik,” pungkas Agus Hermawan. (red)











Comment