PALANGKA RAYA, SPN– Peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78 pada 1 September 2026 menjadi momentum untuk kembali menegaskan besarnya peran perempuan dalam institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Polwan tidak hanya menjalankan tugas administratif maupun pelayanan kepada masyarakat. Di berbagai satuan kerja, para Polwan juga terlibat langsung dalam tugas-tugas kepolisian yang membutuhkan keberanian, ketangguhan dan kemampuan khusus, termasuk menjaga keamanan, membantu masyarakat dalam situasi darurat hingga penanganan bencana.
Salah satu sosok yang mencerminkan peran tersebut adalah Bripda Aldilla Umi Febia Ugra Sena, anggota Dit Samapta Polda Kalimantan Tengah. Ia menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian sekaligus memiliki peran dalam unit K9, yang menuntut kemampuan, kedisiplinan dan kedekatan khusus dalam menangani anjing pelacak kepolisian.
Tugas bersama K9 menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Anjing K9 dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan operasional, seperti membantu pencarian, pelacakan maupun mendukung pengamanan dalam kondisi tertentu.
Namun, pengabdian Bripda Aldilla tidak berhenti pada tugas bersama K9. Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi salah satu persoalan serius di Kalimantan Tengah, dirinya juga turut terlibat dalam upaya pemadaman di lapangan.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa tugas Polwan semakin berkembang dan tidak terbatas pada ruang-ruang pelayanan tertentu. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, Polwan juga hadir bersama personel lainnya untuk menjalankan tugas kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Di tengah kondisi lapangan yang tidak mudah, personel yang terlibat dalam pemadaman karhutla harus menghadapi panas, asap, medan yang sulit serta risiko lainnya. Kehadiran Bripda Aldilla menjadi gambaran bahwa Polwan memiliki kesempatan dan kemampuan untuk mengambil bagian dalam tugas operasional yang membutuhkan ketangguhan fisik maupun mental.
Polwan Hadir untuk Masyarakat
Memasuki usia ke-78, keberadaan Polwan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan Kepolisian kepada masyarakat. Polwan menjalankan beragam tugas, mulai dari penegakan hukum, pelayanan dan perlindungan masyarakat, pembinaan masyarakat, pengamanan hingga keterlibatan dalam penanganan berbagai situasi darurat.
Kehadiran Polwan juga memberikan warna tersendiri dalam membangun kedekatan antara Kepolisian dan masyarakat. Dengan pendekatan yang humanis, Polwan turut berperan dalam menciptakan rasa aman sekaligus memberikan pelayanan yang profesional.
Sosok Bripda Aldilla Umi Febia Ugra Sena menjadi salah satu contoh bagaimana seorang Polwan dapat menjalankan tugas dengan beragam tantangan. Dari tugas bersama K9 hingga terjun langsung membantu memadamkan karhutla, pengabdiannya memperlihatkan semangat Polwan untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 pada tahun ini pun bukan sekadar perayaan usia pengabdian, tetapi juga menjadi momentum untuk mengapresiasi dedikasi para Srikandi Bhayangkara yang terus menjalankan tugas demi keamanan, keselamatan dan kepentingan masyarakat.
Dirgahayu Polisi Wanita Republik Indonesia ke-78. Terus mengabdi, profesional, humanis dan tangguh bersama masyarakat. (red)











Comment