PALANGKA RAYA, SPN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperluas penanganan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan dengan mengerahkan armada distribusi sekaligus menyiapkan infrastruktur air yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
Di bawah arahan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Dinas PUPR Kalteng secara aktif memetakan kebutuhan air bersih di lapangan dan menyalurkannya ke daerah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Terbaru, armada PUPR Kalteng kembali bergerak menyalurkan air bersih kepada masyarakat Desa Arga Mulya, Kabupaten Lamandau. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya PUPR Kalteng menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah, Prof. Dr. Ir. Juni Gultom, ST., MTP., mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Dinas PUPR terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Kami berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air,” ujar Juni Gultom, Minggu (20/9/2026).
Hingga saat ini, PUPR Kalteng mencatat hampir 2 juta liter air bersih telah didistribusikan ke berbagai wilayah. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Namun, langkah PUPR Kalteng tidak berhenti pada pengerahan mobil tangki. Dinas tersebut juga mulai memperkuat penanganan dari sisi infrastruktur agar persoalan ketersediaan air tidak hanya diselesaikan melalui bantuan distribusi sementara.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni pembangunan fasilitas air siap minum di sejumlah wilayah. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan akses masyarakat terhadap sumber air yang lebih mudah dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Juni menjelaskan, pembangunan sarana air menjadi bagian penting dalam strategi PUPR Kalteng. Menurutnya, distribusi menggunakan armada tangki diperlukan untuk menjawab kebutuhan mendesak, sementara pembangunan infrastruktur diarahkan untuk memperkuat ketersediaan air secara berkelanjutan.
“Penanganan air bersih tidak cukup hanya dengan distribusi. Kami juga terus mendorong pembangunan sarana dan prasarana air agar masyarakat memiliki akses terhadap sumber air yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, PUPR Kalteng terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait di daerah. Informasi mengenai kondisi pasokan air menjadi salah satu dasar dalam menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan.
Juni menegaskan, PUPR Kalteng akan tetap mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk merespons kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus melihat kebutuhan di lapangan. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai kemampuan dan kondisi yang ada,” tegasnya.
Melalui kombinasi distribusi air bersih dan pembangunan infrastruktur, PUPR Kalteng memperkuat perannya dalam menangani persoalan akses air masyarakat. Hampir dua juta liter air yang telah disalurkan menjadi bagian dari respons cepat, sementara pembangunan fasilitas air diarahkan untuk menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan kebutuhan air bersih oleh PUPR Kalteng dilakukan tidak hanya melalui langkah tanggap di lapangan, tetapi juga melalui penguatan infrastruktur agar akses masyarakat terhadap air dapat terus terjaga. (red)











Comment