PALANGKA RAYA, SPN – Masyarakat Kota Palangka Raya diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi paparan asap, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.
Ketua DPD PAN Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengimbau masyarakat agar tidak menganggap ringan kondisi udara ketika asap karhutla mulai menyelimuti wilayah Palangka Raya.
“Ketika asap karhutla mulai mengganggu kualitas udara, masyarakat harus lebih waspada. Jangan abaikan kesehatan, terutama saat harus beraktivitas di luar rumah. Gunakan masker sebagai salah satu upaya untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan asap,” ujar Arif M Norkim, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, asap karhutla dapat membawa partikel dan zat berbahaya yang apabila terhirup dapat mengganggu kesehatan. Dampaknya dapat berupa gangguan pada saluran pernapasan, iritasi mata, hidung dan tenggorokan, hingga memperburuk kondisi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan tertentu.
Karena itu, Anggota DPRD Kota Palangka Raya ini meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat. Warga juga diharapkan memperhatikan kondisi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki kerentanan terhadap gangguan pernapasan.
“Kita tidak boleh menunggu sampai muncul gangguan kesehatan. Lebih baik melakukan pencegahan sejak awal. Jika kondisi asap semakin pekat, kurangi aktivitas di luar dan pastikan perlindungan diri tetap digunakan,” tegasnya.
Arif juga menekankan bahwa persoalan karhutla bukan hanya berkaitan dengan penanganan titik api, tetapi juga dampak asap yang dirasakan masyarakat. Oleh sebab itu, upaya menjaga kesehatan masyarakat harus berjalan bersamaan dengan penanganan kebakaran.
“Karhutla adalah persoalan bersama. Mari kita tingkatkan kepedulian, jaga lingkungan dan yang tidak kalah penting, lindungi kesehatan diri serta keluarga dari dampak asap,” pungkasnya. (red)











Comment