by

Syauqie Kawal Penguatan Irigasi Petani Kalteng, Rp22,2 Miliar Dialokasikan untuk 114 Kelompok

PALANGKA RAYA, SPN – Dukungan terhadap penguatan infrastruktur pertanian di Kalimantan Tengah terus didorong Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN, Muhammad Syauqie, S.Hut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peningkatan jaringan irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

 

https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com

Program P3TGAI di Kalimantan Tengah pada 2026 mencakup 114 Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dengan total alokasi anggaran sekitar Rp22,2 miliar.

Cakupan program tersebut tersebar di tujuh kabupaten, yakni Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, Seruyan dan Gunung Mas.

 

Keterlibatan Syauqie sebagai legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah menempatkan kebutuhan infrastruktur irigasi sebagai salah satu bagian dari pembangunan yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat di tingkat desa.

 

Melalui P3TGAI, pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi dilakukan dengan pola padat karya secara swakelola oleh kelompok petani pemakai air. Untuk setiap kelompok, potensi alokasi program dapat mencapai sekitar Rp195 juta.

Skema tersebut membuat kelompok petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat dalam proses pengerjaan infrastruktur yang dibutuhkan di wilayah mereka.

 

Bagi kawasan pertanian, jaringan irigasi memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan air bagi lahan. Infrastruktur pengairan yang lebih baik dapat membantu aktivitas petani, terutama pada kawasan yang mengandalkan jaringan irigasi untuk mengelola lahan pertanian.

 

Perhatian terhadap program tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammad Syauqie dalam mendorong agar pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat Kalteng mendapatkan dukungan melalui program pemerintah pusat.

 

Dengan nilai sekitar Rp22,2 miliar dan sasaran 114 kelompok P3A, pelaksanaan P3TGAI di Kalteng mencerminkan adanya dukungan terhadap pembangunan infrastruktur irigasi berbasis masyarakat.

See also  ‎Syauqie: HUT ke-28 PAN Momentum Perkuat Pengabdian dan Gerak Cepat Bantu Rakyat

Selain manfaat pembangunan fisik, pola swakelola juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengerjaan.

 

Dengan begitu, pembangunan jaringan irigasi tidak berhenti pada penyediaan sarana pengairan, tetapi sekaligus melibatkan kelompok petani dalam menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang dibangun.

 

Bagi Syauqie, penguatan infrastruktur di sektor pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat Kalteng, khususnya petani yang aktivitasnya sangat bergantung pada ketersediaan jaringan pengairan yang memadai. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *