PALANGKA RAYA, SPN – Aktivitas pada malam hari dinilai memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi dibanding siang hari. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan tidak lengah saat berada di lokasi sepi maupun minim pengawasan.
Ketua PHRI & PPKHI Kalteng, Suriansyah Halim, SH., SE., MH., CLA menegaskan, kesadaran terhadap keamanan diri menjadi langkah utama untuk mencegah terjadinya tindak kriminal maupun situasi berbahaya di malam hari.
“Kadang bahaya datang bukan karena kita lemah, tetapi karena kita terlalu merasa aman. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, terdapat sejumlah lokasi yang perlu diwaspadai masyarakat, seperti parkiran sepi, ATM di lokasi sunyi, gang kecil minim penerangan, halte atau stasiun yang lengang, tangga darurat gedung, hingga toilet umum yang terlalu sepi.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak berjalan malam hari menggunakan earphone dengan volume penuh karena dapat mengurangi kewaspadaan terhadap situasi sekitar.
“Jangan terlalu fokus bermain handphone atau menggunakan earphone dengan suara keras saat berada di luar malam hari. Tetap perhatikan lingkungan sekitar,” katanya.
Suriansyah Halim juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan transportasi umum ketika kondisi penumpang sudah sedikit, termasuk saat tiba di rumah pada malam hari.
Menurutnya, banyak orang mulai lengah ketika merasa sudah berada dekat lingkungan rumah sendiri.
“Justru saat merasa aman, kita sering kehilangan kewaspadaan. Karena itu penting untuk selalu melihat situasi sekitar sebelum turun dari kendaraan atau berjalan sendirian,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan diri dan lingkungan agar potensi tindak kejahatan maupun kejadian yang merugikan dapat diminimalisir.
“Lebih baik waspada daripada menjadi target,” pungkasnya. (red)











Comment