by

‎Rakernas GEKIRA 2026, Christian Sancho Tegaskan Dukungan Penuh MBG dan Koperasi Merah Putih untuk Indonesia Emas 2045

JAKARTA, SPN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) 2026 di Ballroom NT Tower, Jakarta, Jumat (12/6/2026), tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum memperkuat dukungan terhadap program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com

‎Dari forum nasional tersebut, Ketua Pengurus Daerah (PD) GEKIRA Kalimantan Tengah, Christian Sancho, menegaskan komitmen penuh untuk mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih sebagai dua pilar penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

‎Bagi Christian Sancho, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas generasi muda dan kekuatan ekonomi rakyat. Karena itu, menurutnya, MBG dan Koperasi Merah Putih merupakan kebijakan strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan bangsa dalam jangka panjang.

‎“Presiden Prabowo Subianto telah menghadirkan program yang berpihak kepada rakyat. MBG memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas, sedangkan Koperasi Merah Putih memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Kedua program ini adalah investasi besar bagi masa depan Indonesia,” ujar Christian Sancho.

‎Rakernas GEKIRA yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 dihadiri perwakilan pengurus daerah dari 32 provinsi di Indonesia. Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan soliditas organisasi sekaligus semangat bersama untuk mengawal agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

‎Christian Sancho memberikan apresiasi kepada Pengurus Pusat GEKIRA dan panitia pelaksana atas suksesnya penyelenggaraan Rakernas. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyamakan visi kebangsaan, mempererat koordinasi lintas daerah, serta memperkuat peran kader GEKIRA dalam mendukung berbagai kebijakan pemerintah.

‎Ia menegaskan, GEKIRA tidak hanya hadir sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga sebagai mitra strategis yang berkomitmen mengawal program-program pemerintah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke pelosok daerah.

See also  ‎Ketua PHRI dan PPKHI Kalteng Ajak Generasi Muda Jauhi Premanisme dan Tindak Kriminal

‎Dalam pandangannya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah besar pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul Indonesia. Program tersebut dinilai bukan sekadar penyediaan makanan bagi peserta didik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional.

‎Menurut Christian Sancho, persoalan stunting dan ketimpangan akses terhadap pangan bergizi masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah pedalaman. Karena itu, MBG hadir sebagai solusi nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan asupan gizi berkualitas.

‎“Tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan karena kekurangan gizi. Generasi yang sehat adalah modal utama bangsa untuk bersaing di tingkat global. Inilah esensi Program MBG,” tegasnya.

‎Ia menilai, keberhasilan program tersebut akan memberikan dampak berantai yang sangat besar, mulai dari peningkatan kesehatan anak, kualitas pendidikan, produktivitas masyarakat, hingga daya saing bangsa di masa depan.

‎Namun demikian, Christian Sancho mengingatkan bahwa keberhasilan program harus diiringi tata kelola yang baik. Ia mendukung langkah pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menindak tegas setiap bentuk penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat dan negara.

‎“Jika ada oknum yang menyalahgunakan kewenangan, maka hukum harus ditegakkan tanpa kompromi. Tetapi jangan sampai tindakan segelintir pihak menghambat program yang manfaatnya dirasakan jutaan rakyat Indonesia,” katanya.

‎Selain MBG, Christian Sancho juga menaruh harapan besar terhadap Koperasi Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, koperasi merupakan salah satu pilar ekonomi bangsa yang telah terbukti mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat dan menciptakan pemerataan pembangunan.

 

‎Bagi Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah luas dengan karakteristik pedesaan dan kawasan pedalaman, keberadaan Koperasi Merah Putih dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas akses permodalan, serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah.

See also  Refleksi HBP ke-62, Suriansyah Halim Soroti Pentingnya Pembinaan dan Integritas Pemasyarakatan

‎“Koperasi Merah Putih bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi gerakan pemberdayaan masyarakat. Ketika ekonomi rakyat tumbuh, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan kesenjangan sosial dapat ditekan,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, bahwa semangat gotong royong yang menjadi ruh koperasi sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Karena itu, penguatan koperasi dinilai penting untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

‎Christian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal implementasi MBG dan Koperasi Merah Putih secara konstruktif. Menurutnya, pengawasan publik merupakan instrumen penting agar setiap program pemerintah berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

‎“Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat yang nyata. Program yang baik harus didukung dan terus disempurnakan agar dampaknya semakin luas,” katanya.

‎Rakernas GEKIRA 2026 turut menegaskan komitmen seluruh pengurus daerah untuk menjadi garda terdepan dalam memperkuat literasi masyarakat, menjaga stabilitas informasi, serta meluruskan berbagai hoaks dan informasi menyesatkan terkait kebijakan pemerintah.

‎Di akhir Rakernas, Christian Sancho menegaskan kesiapan GEKIRA Kalimantan Tengah untuk mengimplementasikan hasil-hasil Rakernas di daerah serta terus bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

‎“Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa generasi yang sehat dan ekonomi rakyat yang kuat. Karena itu, MBG dan Koperasi Merah Putih harus kita jaga bersama sebagai warisan pembangunan bagi masa depan bangsa,” pungkasnya. (red)

See also  Faridawaty Darland Atjeh: Pancasila Menjadi Kompas Kebangsaan dalam Membangun Indonesia yang Inklusif

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *