PALANGKA RAYA, SPN – Aksi penjambretan kembali meresahkan warga Kota Palangka Raya. Seorang perempuan paruh baya menjadi korban perampasan kalung emas saat melintas di kawasan Jalan RTA Milono, Gang Keluarga, Kota Palangka Raya, Rabu (17/6/2026) pagi.
Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian publik setelah video kondisi korban beredar luas di media sosial. Rekaman berdurasi 13 detik yang diunggah akun Facebook Mila Milot memperlihatkan adanya luka memar di bagian leher korban yang diduga akibat tarikan pelaku saat merampas perhiasan yang dikenakannya.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa korban merupakan warga asal Sepang Kota yang saat itu baru saja beraktivitas di Kota Palangka Raya. Tak butuh waktu lama, video tersebut langsung dibanjiri komentar dan doa dari warganet yang berharap pelaku segera tertangkap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga mengincar kalung emas milik korban dengan berat sekitar 30 gram. Saat korban berada di jalan, pelaku mendekat lalu merampas paksa perhiasan tersebut sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto membenarkan adanya laporan dugaan penjambretan tersebut. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh jajaran Polsek Pahandut dan masih dalam tahap penyelidikan.
“Korban adalah seorang ibu-ibu berusia 48 tahun. Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan dan semoga dapat segera terungkap,” ujar AKP Iyudi Hartanto saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui korban baru saja pulang berbelanja ketika aksi kejahatan tersebut terjadi. Pelaku yang belum diketahui identitasnya diduga memanfaatkan situasi sepi untuk melancarkan aksinya.
“Untuk kronologis sementara, korban baru pulang dari berbelanja. Kemudian kalung yang dikenakan korban diambil oleh seseorang yang tidak dikenal,” ungkap perwira polisi berpangkat tiga balok emas tersebut.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bekas tarikan pada bagian leher. Polisi juga masih mendalami jumlah pasti kerugian yang dialami korban karena sebagian perhiasan disebut masih tertinggal di lokasi kejadian.
“Yang pasti korban mengalami bekas tarikan kalung di bagian leher. Untuk jumlah emas yang dirampas masih kami pastikan karena ada sebagian yang tertinggal di TKP,” jelasnya.
Saat ini petugas tengah mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi serta melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat mengenakan perhiasan mencolok di tempat umum serta segera melapor apabila menemukan informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus tersebut,” pungkasnya. (red)









Comment