by

‎Genap 62 Tahun, Mukhtarudin Putra Kalteng yang Berhasil Menembus Jajaran Menteri RI

Ads

Rp. 28 Juta

Bisa Umroh

100 Orang Pertama →

PALANGKA RAYA, SPN – Tidak semua perjalanan menuju puncak kekuasaan dimulai dari pusat-pusat politik nasional. Sebagian justru lahir dari daerah yang jauh dari hiruk pikuk ibu kota, ditempa oleh pengalaman panjang, kerja keras, dan pengabdian tanpa henti.

 

https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com

Kisah itu tercermin dalam perjalanan hidup Drs. H. Mukhtarudin, putra asli Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, yang kini dipercaya menjadi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Kepala BP2MI.

‎Pada, Minggu, 6 September 2026, Mukhtarudin genap berusia 62 tahun. Momentum ini bukan sekadar penanda bertambahnya usia, melainkan juga refleksi atas perjalanan panjang seorang anak daerah yang berhasil menembus panggung politik nasional hingga menduduki kursi kabinet negara.

‎Bagi masyarakat Kalimantan Tengah, nama Mukhtarudin bukanlah sosok yang hadir secara tiba-tiba. Karier dan pengabdiannya dibangun melalui proses panjang yang berlangsung selama puluhan tahun. Dari birokrat daerah, akademisi, aktivis organisasi, politisi, anggota parlemen, hingga akhirnya menjadi menteri.

Berawal dari Tanah Marunting Batu Aji

‎Lahir di Pangkalan Bun pada 6 September 1964, Mukhtarudin tumbuh dalam lingkungan masyarakat yang dikenal menjunjung tinggi nilai kerja keras dan gotong royong. Masa mudanya dihabiskan di tanah kelahirannya sebelum melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

‎Di kampus, ia mengambil jurusan Administrasi Negara pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Pilihan akademik tersebut seolah menjadi gambaran arah pengabdian yang kelak ditempuhnya. Sejak masa mahasiswa, Mukhtarudin dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan yang membentuk kemampuan kepemimpinan serta memperluas wawasan kebangsaannya.

 

‎Aktivitas organisasi menjadi ruang belajar yang penting. Di sanalah ia memahami bahwa pembangunan tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

‎Mengabdi Sebagai Aparatur Negara

‎Setelah menyelesaikan pendidikan, Mukhtarudin memilih jalan pengabdian melalui birokrasi pemerintahan. Tahun 1990 menjadi awal kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara. Selama lebih dari satu dekade, ia mengabdikan diri di berbagai instansi pemerintahan. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan memahami langsung kebutuhan masyarakat, tantangan pembangunan daerah, serta pentingnya tata kelola pemerintahan yang efektif.

See also  Rusdi Mantap Dukung Belanda di FIFA World Cup 2026, Yakin De Oranje Tembus Final

‎Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Kepala Bidang Promosi pada Badan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat. Posisi ini membuatnya terlibat dalam berbagai upaya mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Dalam kurun waktu tersebut, Mukhtarudin tidak hanya bekerja di balik meja birokrasi. Ia juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan pembangunan.

 

‎Pengalaman inilah yang kelak menjadi modal penting ketika memasuki dunia politik nasional.

Membangun Generasi Melalui Pendidikan

‎Di luar tugas sebagai birokrat, Mukhtarudin juga memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Ia pernah menjadi tenaga pengajar di STIE Nusantara Pangkalan Bun yang kemudian berkembang menjadi Universitas Antakusuma.

‎Baginya, pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan daerah. Melalui dunia akademik, ia ikut berkontribusi dalam membangun kualitas sumber daya manusia Kalimantan Tengah.

‎Peran sebagai pengajar menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu dilakukan melalui jabatan formal. Membangun generasi muda juga merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa.

Keputusan Besar yang Mengubah Segalanya

Tahun 2002 menjadi salah satu titik paling menentukan dalam perjalanan hidup Mukhtarudin. Setelah 12 tahun berkarier sebagai ASN, ia mengambil keputusan yang tidak mudah: meninggalkan birokrasi dan memasuki dunia politik.

‎Keputusan tersebut bukan tanpa risiko. Namun, ia meyakini bahwa ruang politik memberikan kesempatan lebih luas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.

 

‎Pilihan itu kemudian menjadi awal perjalanan baru yang mengubah arah hidupnya.

Tumbuh Bersama Golkar

‎Mukhtarudin membangun karier politik melalui Partai Golkar. Ia memulai dari struktur daerah sebelum dipercaya mengemban berbagai posisi strategis di tingkat nasional. Perjalanan panjang di partai membuatnya memahami pentingnya kaderisasi, konsolidasi organisasi, dan komunikasi politik.

See also  ‎Ketua DPD Setya Kita Pancasila Kalteng Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan, Serukan Semangat Kemenangan Dharma

‎Tidak sedikit kader yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras yang lebih banyak membangun kerja-kerja organisasi daripada mencari popularitas sesaat.

 

‎Pengalaman organisasi yang panjang membuatnya mampu membangun jaringan politik yang luas, baik di Kalimantan Tengah maupun tingkat nasional.

Menjadi Wakil Rakyat Kalimantan Tengah

‎Puncak awal perjalanan politik Mukhtarudin datang pada Pemilu 2004 saat ia terpilih menjadi Anggota DPR RI mewakili Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah. Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat melihat kapasitas dan pengalaman yang dimilikinya.

Di Senayan, Mukhtarudin membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional. Berbagai isu pembangunan, ekonomi, investasi, industri, energi, hingga kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari fokus perjuangannya.

‎Setelah sempat berada di luar parlemen, ia kembali memperoleh mandat pada Pemilu 2019. Lima tahun kemudian, masyarakat Kalimantan Tengah kembali memberikan kepercayaan pada Pemilu 2024.

‎Tiga periode menjadi anggota DPR RI merupakan pencapaian yang tidak mudah. Hal itu mencerminkan adanya hubungan yang terus terjaga antara dirinya dan konstituen di daerah.

‎Selama berada di DPR RI, Mukhtarudin dipercaya bertugas di sejumlah alat kelengkapan dewan yang strategis. Ia juga aktif dalam pembahasan berbagai kebijakan nasional yang berkaitan dengan sektor ekonomi, energi, industri, investasi, dan pembangunan nasional.

Menembus Kabinet Negara

‎Perjalanan panjang itu mencapai titik penting pada 8 September 2025. Presiden Prabowo Subianto memberikan kepercayaan kepada Mukhtarudin untuk menjabat sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sekaligus Kepala BP2MI.

‎Penunjukan tersebut menjadi tonggak sejarah baru, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Kalimantan Tengah.

 

‎Bagi banyak masyarakat di daerah, kehadiran putra Kalimantan Tengah di jajaran kabinet merupakan kebanggaan tersendiri. Sebab, hal itu menunjukkan bahwa putra daerah mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat tertinggi pemerintahan nasional.

‎Sebagai Menteri P2MI, Mukhtarudin memikul tanggung jawab besar dalam melindungi jutaan pekerja migran Indonesia yang bekerja di berbagai negara. Tugas tersebut menuntut kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, sensitivitas sosial, serta kemampuan membangun koordinasi lintas lembaga.

See also 

‎Seluruh pengalaman yang dikumpulkannya selama puluhan tahun menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah tersebut.

‎Inspirasi Bagi Generasi Muda

‎Perjalanan Mukhtarudin memberikan pesan penting bahwa kesuksesan tidak selalu datang secara instan.

Karier yang dibangunnya menunjukkan bahwa setiap tahap memiliki arti. Menjadi mahasiswa aktif, birokrat daerah, tenaga pengajar, aktivis organisasi, kader partai, anggota DPR RI, hingga menteri merupakan rangkaian proses yang saling melengkapi.

 

‎Bagi generasi muda Kalimantan Tengah, kisah ini menjadi bukti bahwa asal daerah bukanlah batas untuk meraih cita-cita besar.

‎Dengan ketekunan, integritas, dan komitmen terhadap pengabdian, jalan menuju panggung nasional selalu terbuka.

Selamat Ulang Tahun ke-62

 

‎Memasuki usia 62 tahun pada 6 September 2026, Mukhtarudin telah mencatat perjalanan panjang yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah pribadinya, tetapi juga sejarah pembangunan sumber daya manusia Kalimantan Tengah.

 

‎Dari Pangkalan Bun hingga Istana Negara, dari birokrasi daerah hingga kabinet pemerintahan, perjalanan itu menjadi bukti bahwa pengabdian yang dilakukan secara konsisten akan selalu menemukan jalannya.

‎Selamat ulang tahun ke-62, Drs. H. Mukhtarudin.

‎Semoga pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan kepada daerah dan bangsa terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus Indonesia. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *