PALANGKA RAYA, SPN – Perjalanan panjang Drs. H. Mukhtarudin hingga dipercaya menjadi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mendapat apresiasi dari Konsultan dan Penyedia Jasa Konsultasi, Salihran.
Bagi Salihran, pencapaian Mukhtarudin merupakan perjalanan yang patut dihargai. Berawal dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Mukhtarudin mampu membangun karier melalui berbagai tahapan pengabdian, mulai dari aparatur negara, akademisi, aktivis organisasi, politisi, hingga dipercaya menjadi bagian dari jajaran kabinet pemerintahan Republik Indonesia.
“Perjalanan beliau menunjukkan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan. Ada proses panjang, pengalaman, kerja keras, serta pengabdian yang membentuk seseorang hingga akhirnya dipercaya mengemban tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Salihran, Minggu (6/9/2026).
Mukhtarudin lahir di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada 6 September 1964. Perjalanan pendidikannya ditempuh di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada bidang Administrasi Negara.
Sebelum terjun ke dunia politik, Mukhtarudin memiliki pengalaman sebagai aparatur negara. Ia juga pernah berkecimpung dalam dunia pendidikan sebagai tenaga pengajar. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk perspektifnya mengenai pemerintahan, pembangunan daerah, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.
Pada 2002, Mukhtarudin mengambil keputusan untuk meninggalkan jalur birokrasi dan memasuki dunia politik. Ia kemudian membangun karier melalui Partai Golkar dan secara bertahap dipercaya menduduki berbagai posisi dalam organisasi politik tersebut.
Karier politiknya kemudian membawanya ke Senayan. Mukhtarudin terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah pada Pemilu 2004. Setelah kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat pada Pemilu 2019 dan Pemilu 2024, ia tercatat menjalani tiga periode sebagai anggota DPR RI.
Selama berada di parlemen, Mukhtarudin terlibat dalam berbagai pembahasan kebijakan nasional, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi, investasi, industri, energi, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
Perjalanan tersebut mencapai babak baru ketika pada 8 September 2025 Mukhtarudin dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sekaligus Kepala BP2MI.
Menurut Salihran, kepercayaan tersebut merupakan pencapaian penting sekaligus amanah besar. Posisi tersebut menempatkan Mukhtarudin pada tanggung jawab strategis dalam memastikan pelindungan dan pelayanan bagi pekerja migran Indonesia.
“Bagi Kalimantan Tengah, tentu menjadi sebuah kebanggaan ketika putra daerah mampu mencapai posisi strategis di tingkat nasional. Namun yang lebih penting dari sebuah jabatan adalah bagaimana amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” kata Salihran.
Salihran juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi Mukhtarudin dalam meniti perjalanan pengabdian dari tingkat daerah hingga nasional.
Menurutnya, pengalaman panjang sebagai birokrat, pendidik, organisatoris, politisi, dan anggota parlemen merupakan modal berharga dalam menjalankan tugas sebagai menteri.
“Semoga pengalaman panjang yang telah beliau miliki dapat terus menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa, khususnya dalam memperkuat pelindungan terhadap pekerja migran Indonesia,” tutur Salihran.
Di tengah perjalanan pengabdian tersebut, Salihran turut menyampaikan ucapan selamat atas momentum bertambahnya usia Mukhtarudin yang kini memasuki usia 62 tahun.
Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas perjalanan serta pencapaian yang telah diraih putra Kalimantan Tengah tersebut.
“Selamat atas perjalanan dan pencapaian yang telah diraih. Semoga di usia yang baru ini senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, serta kelancaran dalam menjalankan setiap amanah,” ujar Salihran.
Ia juga mendoakan agar Mukhtarudin senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas negara dan terus membawa nama baik Kalimantan Tengah melalui karya serta pengabdian di tingkat nasional.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, kesehatan, keberkahan, dan kekuatan kepada Bapak Mukhtarudin beserta keluarga. Semoga setiap langkah pengabdian diberikan kemudahan dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat, daerah, serta bangsa Indonesia,” pungkas Salihran. (red)











Comment