PALANGKA RAYA, SPN – Pembangunan Sekretariat dan Posko Terpadu Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) di Jalan Rindang Banua Ujung, Kampung Puntun, Kota Palangka Raya, terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Kali ini, dukungan datang dari Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino, yang menilai keberadaan posko tersebut sebagai langkah maju dalam memperkuat gerakan masyarakat melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Menurut Bush Valentino, ancaman narkoba saat ini bukan hanya menjadi persoalan hukum, tetapi telah menjadi masalah sosial yang dapat merusak masa depan generasi muda, menghancurkan keluarga, serta mengganggu stabilitas kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi inisiatif Gerakan Dayak Anti Narkoba yang dinilai mampu menghadirkan wadah perjuangan bersama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika.
“Saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mendukung pembangunan Posko Terpadu Gerakan Dayak Anti Narkoba. Ini adalah langkah yang sangat positif dan patut didukung bersama karena menyangkut masa depan generasi muda serta keberlangsungan pembangunan daerah,” ujar Bush Valentino, Selasa (2/6/2026).
Ia menilai, keberadaan Posko Terpadu GDAN memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pusat kegiatan organisasi. Posko tersebut diharapkan menjadi tempat berhimpunnya berbagai kekuatan masyarakat yang memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Menurutnya, perang terhadap narkoba membutuhkan gerakan yang konsisten dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, keterlibatan organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh komponen masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya pencegahan.
“Narkoba adalah musuh bersama. Tidak mungkin kita menyerahkan seluruh beban pemberantasannya hanya kepada aparat penegak hukum. Masyarakat juga harus hadir dan mengambil bagian dalam gerakan pencegahan. Posko ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat partisipasi tersebut,” katanya.
Sebagai organisasi kepemudaan yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, Bush menegaskan bahwa Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya siap mendukung setiap program positif yang bertujuan melindungi generasi muda dari pengaruh negatif narkotika.
Ia berharap, Posko Terpadu GDAN nantinya dapat menjadi pusat edukasi yang aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pemuda, mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menjaga diri dari pergaulan yang berisiko.
“Kita ingin anak-anak muda di Palangka Raya memiliki masa depan yang cerah, produktif, dan mampu menjadi kebanggaan keluarga maupun daerah. Untuk itu, mereka harus dijauhkan dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba yang dapat menghancurkan cita-cita dan masa depan mereka,” ungkapnya.
Bush juga berharap, pembangunan Posko Terpadu GDAN dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh lapisan masyarakat dalam menciptakan gerakan anti narkoba yang lebih masif dan menyentuh hingga tingkat akar rumput.
Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat dalam kampanye dan edukasi anti narkoba, maka semakin besar pula peluang untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika di Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah secara umum.
“Harapan saya, Posko Terpadu GDAN tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar menjadi pusat gerakan sosial yang hidup, aktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga keberadaannya mampu melahirkan semangat baru dalam menjaga lingkungan, melindungi generasi muda, dan mewujudkan Palangka Raya yang sehat, aman, serta bebas dari narkoba,” tutup Bush Valentino.
Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, pembangunan Posko Terpadu Gerakan Dayak Anti Narkoba diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat gerakan pencegahan narkoba serta membangun kesadaran kolektif untuk menjaga masa depan generasi penerus bangsa dari ancaman narkotika. (red)















Comment