PALANGKA RAYA, SPN – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Fraksi Partai NasDem, Faridawaty Darland Atjeh, menegaskan bahwa peningkatan kemampuan literasi dan numerasi harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan pendidikan, khususnya di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah.
Menurutnya, kemampuan membaca, memahami informasi, serta berhitung merupakan fondasi utama yang menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan menghadapi tantangan masa depan. Ia menilai pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai dari penguatan pendidikan dasar.
“Literasi dan numerasi bukan hanya soal kemampuan membaca dan berhitung, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, serta menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Faridawaty, Selasa (9/6/2026).
Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah tersebut mengungkapkan, masih terdapat sejumlah tantangan pendidikan di daerah pedalaman, terutama terkait akses terhadap bahan bacaan, fasilitas belajar yang memadai, serta pemerataan kualitas pendidikan.
Ia menilai upaya meningkatkan budaya membaca perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Kehadiran perpustakaan sekolah, pojok baca, hingga program literasi berbasis desa dinilai dapat menjadi langkah konkret untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini.
“Anak-anak di perkotaan maupun pedalaman harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Jangan sampai keterbatasan akses menjadi penghalang mereka untuk berkembang dan meraih cita-cita,” tegasnya.
Selain literasi, Faridawaty juga menyoroti pentingnya penguatan numerasi di sekolah. Menurutnya, kemampuan berhitung tidak hanya diperlukan dalam mata pelajaran matematika, tetapi juga menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengelola keuangan hingga mengambil keputusan berdasarkan data dan informasi.
Ia berharap, program-program peningkatan mutu pendidikan yang dijalankan pemerintah dapat semakin menyentuh sekolah-sekolah di wilayah pelosok Kalimantan Tengah, sehingga tidak terjadi kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan.
Sebagai anggota Komisi III yang membidangi pendidikan, Faridawaty menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bumi Tambun Bungai.
“Jika literasi dan numerasi anak-anak kita kuat, maka mereka akan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi, dunia kerja, dan berbagai tantangan global di masa mendatang. Inilah investasi terbaik untuk masa depan Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (red)
















Comment