PALANGKA RAYA, SPN – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi. Namun, sebelum berbicara tentang teknologi canggih, kemampuan literasi dasar siswa harus terlebih dahulu diperkuat sebagai fondasi utama dalam menghadapi perubahan zaman.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari menegaskan, kesiapan sekolah menghadapi era AI tidak hanya diukur dari ketersediaan perangkat teknologi, tetapi juga dari kemampuan peserta didik dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan menyaring berbagai pengetahuan yang mereka terima.
“Di era AI, teknologi bisa membantu mencari jawaban dalam hitungan detik, tetapi tanpa literasi yang kuat, generasi muda akan kesulitan membedakan mana informasi yang benar, mana yang menyesatkan. Karena itu, literasi harus menjadi pondasi utama sebelum kita berbicara lebih jauh tentang kecerdasan buatan di sekolah-sekolah,” tegas Rana, Selasa (9/6/2026).
Menurut politisi dari fraksi Partai NasDem ini, kemampuan membaca, memahami informasi, menganalisis persoalan, hingga menyampaikan gagasan secara baik merupakan keterampilan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Justru, di tengah perkembangan AI yang semakin maju, keterampilan tersebut menjadi semakin penting dimiliki oleh para pelajar.
Dijelaskannya, bahwa sekolah perlu mulai mempersiapkan siswa untuk hidup berdampingan dengan teknologi digital dan AI melalui pembelajaran yang adaptif, inovatif, serta tetap menempatkan literasi sebagai prioritas utama. Dengan literasi yang baik, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak dan produktif.
Ia berharap, seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, hingga orang tua dapat bersama-sama memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda Kota Palangka Raya mampu menghadapi tantangan masa depan dengan kemampuan berpikir yang kritis, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
“AI adalah alat yang akan terus berkembang, tetapi kualitas sumber daya manusia tetap ditentukan oleh kemampuan berpikir, memahami, dan mengolah pengetahuan. Di situlah peran literasi menjadi sangat penting,” pungkasnya. (red)







Comment