by

Perjalanan Pengabdian dari Dunia Kesehatan Menuju Panggung Kebijakan Nasional ‎

 

PALANGKA RAYA, SPN – Tidak semua perjalanan hidup dimulai dari panggung politik. Bagi Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Dr.(c) H. Siti Aseanti, S.ST., M.Keb., CMBMP., CMP., C.Herbs., pengabdian justru berawal dari ruang persalinan, tempat ia mendampingi lahirnya kehidupan, sebelum akhirnya dipercaya masyarakat memperjuangkan aspirasi daerah di Senayan.

‎Berbekal latar belakang sebagai bidan dan akademisi, Siti Aseanti membuktikan bahwa pengalaman melayani masyarakat di tingkat paling dasar menjadi bekal berharga dalam mengemban amanah sebagai wakil daerah. Baginya, setiap profesi memiliki ruang untuk mengabdi, selama dijalankan dengan keikhlasan, tanggung jawab, dan komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

‎Perjalanan pengabdiannya tidak dibangun dalam waktu singkat. Sejak awal menekuni profesi sebagai bidan, Siti Aseanti telah terbiasa berhadapan langsung dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kehadirannya di ruang persalinan bukan sekadar membantu proses kelahiran, tetapi juga memberikan edukasi, pendampingan, serta rasa aman bagi para ibu yang sedang menjalani salah satu momen terpenting dalam kehidupannya.

‎Pengalaman tersebut perlahan membentuk karakter kepemimpinan yang mengutamakan empati dan kepedulian. Ia memahami bahwa setiap kebijakan yang lahir di tingkat pemerintahan pada akhirnya akan bermuara kepada kehidupan masyarakat. Karena itu, menurutnya, suara masyarakat harus menjadi dasar dalam setiap proses pengambilan keputusan.

 

‎Di sisi lain, dunia pendidikan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.

‎Sebagai dosen, Siti Aseanti tidak hanya menyampaikan ilmu kepada mahasiswa, tetapi juga berupaya menanamkan nilai-nilai integritas, profesionalisme, serta semangat melayani masyarakat. Baginya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi penerus bangsa.

See also  ‎Suriansyah Halim: Posko Terpadu GDAN Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Narkoba dan Kejahatan yang Mengancam Masa Depan Bangsa ‎

‎Perpaduan pengalaman sebagai tenaga kesehatan dan akademisi itulah yang kemudian membawanya memperoleh kepercayaan masyarakat Kalimantan Tengah untuk menjadi Anggota DPD RI. Amanah tersebut dimaknainya sebagai kesempatan untuk memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional, sekaligus menjembatani berbagai aspirasi masyarakat agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata.

‎Dalam menjalankan tugasnya sebagai senator, Siti Aseanti dikenal aktif memberikan perhatian terhadap berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan daerah. Mulai dari peningkatan kualitas layanan kesehatan, pemerataan akses pendidikan, pemberdayaan perempuan, perlindungan ibu dan anak, hingga penguatan sumber daya manusia menjadi bagian dari perhatian yang terus diperjuangkannya.

‎Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur semata. Pembangunan juga harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan publik yang lebih baik, pendidikan yang merata, serta layanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah.

‎Perempuan kelahiran Banjarmasin, 17 September 1994 itu meyakini bahwa setiap amanah yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan kerja nyata. Prinsip tersebut terus menjadi pegangan dalam setiap langkah pengabdiannya, baik saat melayani masyarakat sebagai bidan, mendidik mahasiswa di lingkungan akademik, maupun ketika menjalankan tugas sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.

‎Baginya, menjadi seorang wakil daerah bukan hanya berbicara mengenai kehadiran dalam forum-forum kenegaraan, melainkan memastikan bahwa setiap suara masyarakat Kalimantan Tengah dapat didengar dan diperjuangkan. Oleh sebab itu, ia terus berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat guna menyerap aspirasi secara langsung sebagai bahan dalam memperjuangkan kepentingan daerah.

‎Perjalanan hidup Siti Aseanti menunjukkan bahwa pengabdian sejatinya tidak dibatasi oleh profesi maupun jabatan. Nilai utama yang selalu dijaga adalah ketulusan dalam melayani, keberanian untuk mengambil tanggung jawab, serta komitmen untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

See also  ‎Suriansyah Halim Ajak Masyarakat Jadikan Hari Raya Kuningan Momentum Memperkuat Persatuan dan Nilai Kebajikan

‎Dari ruang persalinan hingga ruang sidang parlemen, semangat yang dibawanya tetap tidak berubah. Jika dahulu ia hadir untuk membantu lahirnya kehidupan, kini ia mengabdikan diri untuk menghadirkan kebijakan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Perjalanan tersebut menjadi cerminan bahwa setiap langkah pengabdian, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian penting dalam membangun daerah dan memperkuat Indonesia. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *