PALANGKA RAYA, SPN – Ketimpangan distribusi dokter spesialis masih menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Tengah. Masyarakat di wilayah pedalaman dan daerah terpencil kerap harus menempuh perjalanan jauh bahkan dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialis.
Kondisi ini dinilai menjadi persoalan serius yang harus segera mendapat perhatian agar seluruh masyarakat memperoleh hak pelayanan kesehatan yang sama. Pemerintah pusat sendiri saat ini tengah mempercepat program pemerataan dokter spesialis melalui berbagai kebijakan, mulai dari penempatan tenaga medis ke daerah, pemberian insentif khusus, hingga pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Fraksi Partai NasDem, Faridawaty Darland Atjeh, SE., MM., menyambut baik langkah pemerintah dalam memperkuat pemerataan tenaga dokter spesialis di berbagai daerah.
Menurutnya, ketersediaan dokter spesialis merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
“Pemerataan dokter spesialis bukan hanya soal menambah jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga menghadirkan keadilan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya. Warga di daerah terpencil harus mendapatkan akses pelayanan yang sama baiknya dengan masyarakat di kota besar,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Faridawaty menilai, Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah luas dengan karakter geografis yang cukup menantang membutuhkan dukungan lebih besar dalam pemenuhan tenaga medis spesialis. Kehadiran dokter spesialis di rumah sakit daerah akan membantu mempercepat penanganan pasien sekaligus mengurangi beban rujukan ke rumah sakit di luar daerah.
Ia juga mendukung kebijakan pemerintah yang memberikan insentif tambahan dan berbagai fasilitas bagi dokter spesialis yang bersedia bertugas di wilayah terpencil dan daerah yang masih kekurangan tenaga medis. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan distribusi dokter di Indonesia.
“Selain memberikan insentif, perlu ada jaminan fasilitas pendukung yang memadai, mulai dari sarana kesehatan, tempat tinggal, hingga jenjang karier yang jelas. Dengan begitu, dokter spesialis akan lebih tertarik mengabdi di daerah,” kata Faridawaty.
Lebih lanjut, Faridawaty berharap program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit dan kebijakan afirmasi bagi putra-putri daerah dapat berjalan optimal. Menurutnya, tenaga kesehatan yang berasal dari daerah memiliki peluang lebih besar untuk kembali mengabdi dan membangun pelayanan kesehatan di wilayah asalnya.
“Putra daerah yang diberikan kesempatan menempuh pendidikan dokter spesialis diharapkan nantinya kembali mengabdi dan memperkuat layanan kesehatan di daerahnya masing-masing. Ini menjadi investasi jangka panjang yang sangat penting,” tegasnya.
Ketua DPW Partai NasDem Kalteng itu menambahkan, bahwa pemerataan dokter spesialis harus menjadi bagian dari upaya besar meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan akses kesehatan yang semakin merata, masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas sehingga mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Pembangunan kesehatan adalah investasi masa depan. Karena itu, seluruh pihak harus mendukung langkah pemerintah dalam memastikan tidak ada lagi daerah yang kekurangan dokter spesialis,” pungkasnya. (red)
















Comment