PALANGKA RAYA, SPN – Hujan deras yang mengguyur Kota Palangka Raya, Kamis (18/6/2026), kembali menyingkap persoalan klasik yang selama ini dikeluhkan warga. Sejumlah kawasan di Komplek Kecipir dan Lamtorogung terendam genangan air, memaksa warga berjibaku menyelamatkan barang-barang mereka dari ancaman kerusakan.
Genangan terjadi di beberapa titik permukiman, di antaranya RT 06 RW 10, RT 04 RW 10, serta RT 03, RT 04, RT 05, dan RT 06 RW 15. Air yang meluap tidak hanya menutupi badan jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
Bagi sebagian warga, kondisi tersebut bukan lagi kejadian yang mengejutkan. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu cukup lama, kawasan tersebut hampir selalu menjadi langganan genangan.
Salah seorang warga, Rasyidi, mengaku sudah terbiasa menghadapi situasi serupa. Namun, menurutnya, banjir yang terus berulang tetap menimbulkan kerugian dan ketidaknyamanan bagi masyarakat.
“Setiap hujan deras, rumah kami menjadi langganan banjir. Air sering masuk ke dalam rumah sehingga aktivitas keluarga terganggu dan kami harus menyelamatkan barang-barang agar tidak rusak,” katanya.
Warga menilai, persoalan utama terletak pada sistem drainase yang belum berfungsi maksimal. Saluran drainase di lingkungan permukiman disebut belum terkoneksi secara baik dengan drainase induk, sehingga debit air hujan yang tinggi tidak dapat mengalir dengan lancar menuju saluran pembuangan utama.
Akibatnya, air tertahan di kawasan permukiman dan terus bertambah seiring tingginya curah hujan. Kondisi tersebut membuat genangan kerap bertahan dalam waktu cukup lama sebelum akhirnya surut.
Masyarakat berharap, Pemerintah Kota Palangka Raya segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut. Mereka menginginkan penanganan yang menyentuh akar masalah, bukan sekadar respons sementara saat banjir terjadi.
“Kami berharap Pemerintah Kota Palangka Raya benar-benar serius menangani persoalan ini. Yang dibutuhkan warga bukan hanya peninjauan lapangan, tetapi solusi konkret melalui pembenahan dan konektivitas drainase ke saluran induk agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan,” ujar warga.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di sejumlah titik di kawasan Kecipir dan Lamtorogung. Warga berharap kondisi segera membaik sekaligus menjadi perhatian serius pemerintah demi terciptanya lingkungan permukiman yang aman dan bebas dari ancaman banjir berulang. (red)

















Comment