SPN – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah memfinalisasi formulasi harga bahan bakar biodiesel 50% (B50) yang ditargetkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan impor bahan bakar.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa harga B50 akan ditetapkan berdasarkan formula yang telah diatur dalam regulasi. Pemerintah juga akan mengumumkan harga patokan tersebut setiap bulan guna memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan konsumen.
“Penetapan harga mengikuti formula yang ada, dan akan diperbarui setiap bulan,” ujar Eniya saat berada di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 di Lembang, Rabu (22/4/2026).
Saat ini, ESDM masih melakukan koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) untuk menghitung komponen harga, khususnya bahan bakar nabati berbasis Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Perhitungan tersebut mencakup proyeksi hingga akhir tahun 2026, termasuk potensi penghematan dan dinamika harga minyak global.
Implementasi program B50 diproyeksikan membawa dampak ekonomi signifikan, terutama dalam meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO). Dari sisi fiskal, kebijakan ini berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun pada 2026—lebih tinggi dibandingkan target program B40 yang sebesar Rp140 triliun.
Selain itu, pemerintah optimistis pasokan bahan baku FAME akan mencukupi untuk mendukung implementasi program ini. Saat ini, serapan biodiesel nasional telah mencapai sekitar 25%, dan akan terus ditingkatkan seiring penerapan B50.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor energi, dengan target pengurangan impor yang signifikan melalui peningkatan bauran energi berbasis biodiesel.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, implementasi B50 pada Juli 2026 diharapkan menjadi tonggak baru dalam transisi energi Indonesia menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan dan mandiri.(red)














Comment