PALANGKA RAYA, SPN – Sejumlah persoalan infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga kepada anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dari daerah pemilihan Kalteng II saat pelaksanaan reses masa persidangan II tahun sidang 2026.
Kegiatan reses yang berlangsung pada 5 hingga 12 April 2026 tersebut dilaksanakan oleh anggota DPRD Dapil Kalteng II yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan.
Juru bicara reses, Fery Khaidir mengatakan, pelaksanaan reses menjadi sarana penting bagi DPRD untuk menyerap berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
“Reses ini merupakan bagian dari komitmen DPRD untuk terus menjaga komunikasi dengan masyarakat sekaligus memastikan aspirasi warga dapat diperjuangkan dalam program pembangunan daerah,” ujarnya, Senin(11/5/2026).
Dalam laporan tersebut, masyarakat berharap adanya percepatan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan yang masih mengalami keterbatasan akses infrastruktur dan layanan dasar.
Di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, warga mengusulkan perbaikan jalan kayu ulin di pinggir Sungai Mentaya, bantuan mobil ambulans, serta pembangunan jembatan maupun gorong-gorong pada jalan provinsi penghubung antar desa.
“Permasalahan infrastruktur masih menjadi keluhan utama masyarakat, terutama akses jalan dan fasilitas penunjang pelayanan kesehatan,” kata Fery.
Sementara itu, masyarakat Desa Karang Sari, Kecamatan Parenggean, mengharapkan bantuan biaya pendaftaran nomor polisi kendaraan, semenisasi jalan desa, peningkatan gedung Posyandu, hingga perbaikan lapangan voli.
Sedangkan di Kabupaten Seruyan, berbagai usulan juga disampaikan masyarakat dan pihak sekolah. SMK Miftahussalam di Kecamatan Hanau atau Seruyan Hulu misalnya, mengusulkan pembangunan WC sekolah, pengadaan listrik tenaga surya, penambahan tenaga guru, serta bantuan mebel sekolah.
Kemudian di Desa Cempaka Baru, Kecamatan Danau Sembuluh, warga meminta renovasi dermaga desa, pembangunan masjid dan gedung olahraga bulu tangkis, serta perbaikan jalan penghubung antar desa.
Adapun masyarakat Desa Paren turut mengusulkan pembangunan masjid serta bantuan bibit sawit unggul dan bibit ikan guna mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
Fery menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat memerlukan tindak lanjut nyata dari pemerintah agar kepercayaan publik terhadap pembangunan tetap terjaga.
“Kami berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten dapat memberikan perhatian serius terhadap pemerataan pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur,” tegasnya.
Ia juga menambahkan perlunya peningkatan dan pengaspalan akses jalan menuju desa-desa yang saat ini masih mengalami kerusakan cukup parah.
“Selain infrastruktur, masyarakat juga berharap adanya bantuan sosial untuk rumah ibadah di pedesaan serta pelatihan kewirausahaan dan UMKM guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Laporan hasil reses tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menentukan arah kebijakan dan percepatan pembangunan di berbagai wilayah. (bam)










Comment