by

‎Masih Berseragam Sekolah, Bocah Kelas VI Ini Ikut Berjibaku Padamkan Karhutla di Langkai ‎

Ads

Rp. 28 Juta

Bisa Umroh

100 Orang Pertama →

PALANGKA RAYA, SPN – Di tengah kepungan asap dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kota Palangka Raya, sosok seorang anak sekolah dasar mencuri perhatian. Masih mengenakan seragam sekolahnya, Jali, siswa kelas VI SD NU Kota Palangka Raya, terlihat turun langsung ke lokasi kebakaran untuk membantu petugas gabungan memadamkan api di kawasan Langkai Permai I, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kamis (20/8/2026).

https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com

‎Pemandangan tersebut menjadi potret langka sekaligus mengharukan. Saat kebanyakan anak seusianya memilih beristirahat atau bermain setelah pulang sekolah, Jali justru berada di area terdampak karhutla. Dengan semangat yang tinggi dan peralatan sederhana, ia membantu semampunya agar kobaran api tidak semakin meluas hingga mengancam permukiman warga.

‎Keberadaan Jali di lokasi tidak sekadar didorong rasa ingin tahu. Ia mengaku prihatin melihat kebakaran yang terus terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Asap yang menyelimuti kawasan sekitar serta potensi kerusakan lingkungan membuat dirinya merasa perlu ikut ambil bagian membantu upaya pemadaman.

‎”Kalau apinya makin besar, lingkungan kami bisa rusak. Kami juga tidak mau asapnya semakin banyak,” ujar Jali saat ditemui di lokasi kejadian.

‎Meski masih berusia belia, semangat dan kepedulian yang ditunjukkan Jali mendapat perhatian warga maupun petugas yang berada di lapangan. Di tengah cuaca panas dan kondisi medan yang cukup berat, ia tetap bertahan membantu proses pemadaman bersama warga dan petugas gabungan.

‎Aksi yang dilakukan Jali pun menuai apresiasi dari Lurah Langkai, Muhamad Abidin, SH. Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan siswa sekolah dasar tersebut menjadi gambaran bahwa kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak usia dini.

See also  ‎Outing Class TKIT Alsayedah Maryam di Hotel Luwansa Berlangsung Meriah, Siswa Belajar Menghias Cake

‎”Jali menunjukkan bahwa rasa peduli terhadap lingkungan tidak mengenal batas usia. Semangat dan keberaniannya patut diapresiasi serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Namun kami tetap mengingatkan bahwa faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap situasi,” ujarnya.

‎Muhamad Abidin menilai, kehadiran Jali di lokasi karhutla memiliki makna lebih dari sekadar membantu pemadaman. Menurutnya, tindakan tersebut menjadi simbol bahwa nilai gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat.

‎”Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang kita hadapi saat ini, kita melihat harapan itu hadir dari generasi muda. Apa yang dilakukan Jali menjadi pengingat bahwa menjaga alam dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

‎Fenomena karhutla yang kembali terjadi di sejumlah titik Kota Palangka Raya memang membutuhkan keterlibatan banyak pihak dalam upaya pencegahan maupun penanganannya. Namun di balik peristiwa tersebut, muncul kisah sederhana yang sarat makna tentang kepedulian seorang anak terhadap lingkungan tempat ia tumbuh.

‎Di tengah panasnya cuaca dan kepulan asap yang menyelimuti kawasan terdampak, Jali membuktikan bahwa keberanian dan kepedulian tidak selalu ditentukan oleh usia. Dengan seragam sekolah yang masih melekat di tubuhnya, ia menunjukkan bahwa setiap orang dapat berkontribusi menjaga lingkungan sesuai kemampuan yang dimiliki. (red)

See also  ‎Kepala Dinas PUPR Kalteng Buka Sosialisasi dan Bimtek Pengawasan Penataan Ruang Tahun 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *