PALANGKARAYA, SPN – Baru-Baru ini beredar video tim gabungan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya saat melakukan razia pajak kendaraan bermotor di tengah kepungan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Banyak netizen menyayangkan tindakan aparat yang dinilai kurang peka dan terkesan menuntut kewajiban masyarakat di saat situasi lingkungan dan kesehatan warga sedang memburuk akibat dampak paparan asap tebal.
Menanggapi tuduhan tersebut, Kepala Bapenda Palangka Raya, Emi Abriyani meluruskan bahwa kegiatan pemeriksaan kepatuhan pajak yang berlangsung dua hari lalu pada tanggal 20 Agustus itu tidak semata-mata berfokus pada penindakan.
”Di saat yang sama, tim gabungan di lapangan juga membagikan sekitar 1.000 masker secara gratis kepada para pengendara yang melintas,” kata Emi, Sabtu, (22/8/2026).
Ia menyayangkan narasi yang beredar luas di media sosial karena seolah-olah mengabaikan aksi sosial yang telah dilakukan petugas.
Menurutnya, potongan video yang viral tidak menampilkan keseluruhan fakta di lapangan, terutama terkait kepedulian petugas yang turut membagikan masker kepada masyarakat.
Selain membagikan masker, para petugas gabungan juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan edukasi keselamatan berkendara.
”Pengendara diimbau untuk selalu menyalakan lampu kendaraan saat melintasi jalanan yang tertutup kabut asap guna meningkatkan visibilitas dan mencegah risiko kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Emi menegaskan bahwa Bapenda bersama instansi terkait sangat peduli dengan musibah Karhutla yang terjadi saat ini dan merasakan bersama-sama dampaknya terhadap kesehatan maupun aktivitas sehari-hari.
”Kami hanya menjalankan apa yang menjadi tugas kami. Penegakan aturan kepatuhan pajak kendaraan tetap harus dijalankan sebagai bentuk kewajiban konstitusional masyarakat yang telah diatur dalam undang-undang,” pungkasnya. (red)











Comment