PALANGKA RAYA, SPN – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah membahas sejumlah tantangan dan peluang dalam memperkuat sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di daerah,
Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi jajaran KADIN Kalteng dengan Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, H. Rendy Lesmana, Jumat (28/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua Umum Koordinator KADIN Kalteng Rio Kriswana hadir didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Reyri Kaswanda, Wakil Ketua Umum Bidang Koperasi Apritia Dwi Montik, Wakil Ketua Umum Bidang Perikanan Supeni Wirawati, serta Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup Dr. Desivera.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesimpulan yang dinilai penting sebagai dasar untuk memperkuat pengembangan sektor pertanian di Kalimantan Tengah. Sedikitnya terdapat empat tantangan utama yang perlu mendapat perhatian dan ditangani secara bersama-sama.
Regenerasi Petani dan Penguatan SDM
Tantangan pertama berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM) dan regenerasi petani. Produktivitas sektor pertanian dinilai masih dapat terus ditingkatkan, namun salah satu persoalan yang perlu diantisipasi adalah semakin berkurangnya minat generasi muda untuk memilih sektor pertanian sebagai bidang pekerjaan maupun usaha.
Karena itu, diperlukan langkah strategis untuk mendorong generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek dan peluang ekonomi.
Salah satu upaya yang dibahas adalah memperkuat kerja sama dengan Perhiptani, mengembangkan program pencetakan sarjana pertanian melalui Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), serta mendorong pendidikan vokasi seperti program Diploma 1 (D1).
Program tersebut diharapkan dapat melahirkan SDM pertanian yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis dan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja.
Mendorong Investasi dan Hilirisasi
Tantangan kedua adalah kebutuhan investasi dan pengembangan hilirisasi. Penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya dilakukan pada sisi produksi, tetapi juga perlu diikuti dengan pengembangan industri pengolahan sehingga hasil pertanian memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Dalam hal ini, KADIN Kalteng memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah daerah, investor, dunia usaha, perguruan tinggi, serta KADIN Nasional.
Sinergi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem usaha yang terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Dengan masuknya investasi dan berkembangnya industri pengolahan, hasil produksi pertanian di Kalimantan Tengah diharapkan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Menyesuaikan Pendidikan dengan Kebutuhan Dunia Usaha
Persoalan ketiga yang turut menjadi perhatian adalah belum optimalnya keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan di lapangan.
Program pendidikan di bidang pertanian dinilai perlu disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian dan mampu langsung beradaptasi ketika memasuki dunia kerja.
Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan pendidikan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan di lapangan.
Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Sementara itu, tantangan keempat berkaitan dengan anggaran, regulasi, serta pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.
Sejumlah program pembangunan sektor pertanian di daerah masih berkaitan erat dengan kebijakan dan dukungan pemerintah pusat. Bahkan, dalam pelaksanaannya terdapat program yang harus melalui balai-balai teknis.
Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi dan sinkronisasi yang lebih kuat agar berbagai kebutuhan dan usulan dari daerah dapat tersampaikan dengan baik kepada pemerintah pusat.
Dengan adanya sinkronisasi sejak tahap perencanaan, diharapkan program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Kalimantan Tengah serta tidak mengalami hambatan ketika memasuki tahap pelaksanaan.
Akan Dibahas Lebih Lanjut
Hasil pembahasan dalam audiensi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan untuk pertemuan lanjutan antara Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah dan Wakil Ketua Umum KADIN Kalteng Bidang Pertanian yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026.
Pertemuan lanjutan akan difokuskan pada upaya mencari solusi konkret terhadap empat persoalan tersebut, terutama terkait regenerasi SDM pertanian, pengembangan investasi dan hilirisasi, penguatan hubungan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha, serta sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, KADIN, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya, pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di Kalimantan Tengah diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. (red)











Comment