PALANGKA RAYA, SPN – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di sekitar Pasar Besar Palangka Raya, Sabtu (1/8/2026) malam. Kobaran api yang muncul sekitar pukul 20.55 WIB dengan cepat meluas dan menghanguskan puluhan rumah, barak hingga sebuah gedung walet di kawasan antara Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan, tepatnya di gang tanpa nama di sisi Pekuburan Kristen Pahandut, seberang Gereja Imanuel.
Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas pasar malam menuju subuh masih berlangsung. Kepanikan warga tak terhindarkan ketika api terus membesar di tengah rapatnya bangunan yang sebagian besar berbahan kayu. Puluhan armada pemadam dari berbagai unsur pun dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.
Ketua BPK Kamboja, Sucipto, mengatakan proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari BPK Kamboja, sejumlah relawan BPK lainnya, BPBD Kota Palangka Raya, BNPB Provinsi Kalimantan Tengah, Tim Karhutla, PLN, TNI, Polri, Damkar Pemko, hingga masyarakat sekitar.
“Begitu laporan masuk sekitar pukul 20.55 WIB, seluruh unsur langsung bergerak ke lokasi. Semua bekerja sama dan saling membantu agar api tidak semakin meluas ke bangunan lain,” ujarnya.
Sucipto menjelaskan, proses pemadaman berlangsung cukup berat karena lokasi kebakaran selama ini dikenal minim sumber air. Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam, termasuk proses pendinginan untuk memastikan bara api benar-benar padam.
“Lokasi ini memang sejak dulu menjadi salah satu titik yang sulit mendapatkan sumber air. Karena itu proses pemadaman memerlukan waktu cukup lama, ditambah kondisi bangunan yang rapat sehingga api sangat cepat merambat,” katanya.
Meski api berhasil dipadamkan, percikan bara sempat beterbangan dan membakar bagian atap Pekuburan Kristen Pahandut. Beruntung, kesigapan personel pemadam membuat kobaran api di lokasi tersebut dapat segera dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
“Api sempat menyambar bagian atap pekuburan akibat bara yang terbawa angin. Syukurnya anggota pemadam bergerak cepat sehingga api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bangunan lainnya,” ungkap Sucipto.
Hingga proses pemadaman selesai, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, puluhan rumah dan bangunan dilaporkan ludes terbakar maupun mengalami kerusakan berat akibat jilatan api. Nilai kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah, sementara penyebab kebakaran masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan dari Tim Inafis Polri.
“Penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan karena kami masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau ketika cuaca sangat panas dan bangunan berbahan kayu mudah terbakar,” pungkasnya.











Comment