PALANGKA RAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMAN 2 Palangka Raya di panggung internasional. Dalam ajang Bali International Science Fair (BISF) 2026 yang digelar di Denpasar, Bali, pada 19–23 Juni 2026, sekolah ini sukses memborong lima medali, terdiri dari tiga medali emas dan dua medali perak, sekaligus menjadi satu-satunya peserta yang dipercaya tampil pada seremoni pembukaan dengan membawakan Tari Bahalai, tarian khas Dayak Kalimantan Tengah.
Kepercayaan menampilkan budaya daerah di hadapan peserta dari berbagai negara menjadi kebanggaan tersendiri. Tari Bahalai dibawakan oleh Raisya Arina Zaidan, Cut Nadia Putri Raya, dan May Salamah Dara Pirlia Bagan sebagai wujud promosi budaya Kalimantan Tengah di forum ilmiah internasional.
Di bidang Social Science, SMAN 2 Palangka Raya mengukir prestasi melalui penelitian bertajuk “Do Dayaknese People Prefer Traditional Medicine Over Generic Drugs for First Aid? A Mixed-Method Study in Central Kalimantan” yang berhasil meraih medali emas. Tim ini beranggotakan Azzula Haramain Alfajari, Mikayla Klarisa, dan Evellyna Imawan Nathalia.
Sementara itu, dua medali perak diraih melalui penelitian “Is ‘Life After Graduate’ Phenomenon Real for High School Student? A Descriptive Study” yang disusun oleh Raisya Arina Zaidan, Cut Nadia Putri Raya, May Salamah Dara Pirlia Bagan, John Albert Laksana Putra, dan Gilang Natanael Tanggara. Medali perak lainnya diperoleh tim Meisy Pancuanita, Rendi Falentino, dan Florencia Indira Christiani melalui penelitian “Fear of Missing Out in Girl VS Boy”.
Dominasi prestasi juga ditunjukkan pada kategori Life Science. Dua tim berhasil menyabet medali emas lewat inovasi penelitian berbasis potensi hayati Kalimantan. Penelitian “Zingio Mipuca”, yang mengembangkan obat kumur alami dari kombinasi jahe merah dan daun putri malu untuk mengatasi kandidiasis mulut, serta “Vitex Sandoricum Tea”, yang memanfaatkan ekstrak kulit batang kalapapa dan kecapi sebagai alternatif herbal untuk mengatasi wasir, mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena dinilai inovatif dan memiliki potensi untuk dikembangkan.
Kepala SMAN 2 Palangka Raya, M. Rifani, mengatakan capaian tersebut merupakan bukti bahwa pelajar Kalimantan Tengah mampu bersaing di tingkat internasional melalui riset yang berkualitas. Menurutnya, keberhasilan itu lahir dari kerja keras siswa, dedikasi para guru pembina, dukungan orang tua, serta komitmen sekolah dalam membangun budaya penelitian.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras siswa, guru pembina, dukungan orang tua, dan seluruh keluarga besar sekolah. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi, berani berkompetisi, serta mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik hingga ke tingkat internasional,” ujar Rifani.
Guru Pembina Sintania TT Asang menambahkan, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Seluruh peserta melewati proses panjang mulai dari menggali ide penelitian, melakukan pengumpulan data, hingga mempresentasikan hasil riset di hadapan dewan juri internasional.
“Kami selalu mendorong siswa melihat persoalan dan potensi daerah sebagai sumber penelitian. Kalimantan Tengah memiliki kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang sangat besar untuk dikaji secara ilmiah. Dari sanalah lahir penelitian yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Senada dengan itu, Guru Pembina Helita mengingatkan agar prestasi internasional tersebut tidak membuat para siswa cepat berpuas diri. Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan menghasilkan penelitian yang bermanfaat.
“Saya harap anak-anak tetap rendah hati dan mampu mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Teruslah mengeksplorasi kearifan lokal, baik dari sisi sains maupun sosial budaya. Lakukan penelitian dengan jujur sesuai kaidah ilmiah dan karakteristik sebuah penelitian. Yang terpenting, teruslah belajar untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sebagai bekal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tegasnya.
Keberhasilan meraih lima medali sekaligus dipercaya memperkenalkan budaya Dayak pada pembukaan BISF 2026 menjadi bukti bahwa SMAN 2 Palangka Raya tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membawa identitas budaya Kalimantan Tengah ke panggung dunia. Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu lahirnya lebih banyak riset berbasis kearifan lokal yang mampu bersaing di tingkat internasional.(red)










Comment