PALANGKA RAYA, SPN – Ketua Penegak Hukum Rakyat Indonesia (PHRI) Kalimantan Tengah sekaligus Ketua Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kalimantan Tengah, Suriansyah Halim, mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 sebagai wadah mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Menurutnya, Piala Dunia bukan hanya sekadar ajang kompetisi sepak bola antarnegara, tetapi juga momentum yang mampu menghadirkan kebersamaan dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan nobar, masyarakat dapat berkumpul, berinteraksi, dan menikmati pertandingan dalam suasana yang penuh keakraban.
“Nobar merupakan wadah mempererat persaudaraan dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat berkumpul dalam suasana yang positif, saling menghormati, dan memperkuat rasa persatuan tanpa memandang perbedaan latar belakang maupun pilihan tim yang didukung,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Suriansyah Halim menilai, semangat sportivitas harus selalu dikedepankan selama berlangsungnya rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026. Perbedaan dukungan terhadap tim favorit merupakan bagian dari dinamika olahraga yang justru dapat menambah kemeriahan apabila disikapi dengan dewasa dan penuh rasa hormat.
Ia mengimbau seluruh masyarakat agar menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama mengikuti kegiatan nobar. Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan ataupun mengganggu suasana kebersamaan.
“Kita ingin setiap kegiatan nobar berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan. Jadikan momentum ini untuk memperkuat silaturahmi dan membangun kebersamaan, bukan sebaliknya. Semangat persaudaraan harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh komunitas sepak bola, pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif selama perhelatan Piala Dunia 2026 berlangsung.
Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan besar sebagai sarana pemersatu yang mampu menyatukan berbagai kalangan dalam satu semangat yang sama. Karena itu, kegiatan nobar diharapkan tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai persatuan dan kebangsaan.
“Mari kita jadikan nobar Piala Dunia 2026 sebagai wadah mempererat persaudaraan dan kebersamaan, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kekeluargaan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan nobar Piala Dunia 2026 dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan menjadi momentum positif yang semakin mempererat hubungan antarmasyarakat di Kalimantan Tengah maupun di seluruh Indonesia. (red)














Comment