by

Ketua MPC Pemuda Pancasila Palangka Raya Geram, Soroti Laporan Kepala BNPB soal Karhutla

PALANGKA RAYA, SPN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat kembali memantik sorotan. Di tengah pekatnya asap yang mengganggu jarak pandang hingga berdampak pada aktivitas penerbangan, muncul kritik terhadap informasi mengenai kondisi karhutla yang dilaporkan Kepala BNPB Suharyanto kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

 

https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com

Kondisi di lapangan dinilai tidak bisa hanya dilihat dari masih berlangsungnya aktivitas masyarakat. Bagi warga yang setiap hari berhadapan langsung dengan asap, persoalan karhutla bukan sekadar soal apakah aktivitas tetap berjalan atau tidak, tetapi juga menyangkut kesehatan, keselamatan, serta keberlangsungan hidup masyarakat.

 

Kritik keras disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino, SH. Ia mempertanyakan informasi yang menurutnya tidak menggambarkan kondisi yang dirasakan masyarakat Kalimantan Tengah.

 

“Dia melaporkan itu karena ingin asal bapak senang saja (ABS). Kalau kami tidak beraktivitas atau bekerja, mau makan apa, menghidupi keluarga bagaimana? Dan ini tidak main-main, nyawa kami taruhannya,” ujar Bush Valentino, Jumat (25/9/2026).

 

Menurut Bush, tetap berjalannya aktivitas masyarakat tidak dapat dijadikan ukuran bahwa kondisi akibat kabut asap berada dalam keadaan normal. Ia menilai masyarakat tetap bekerja dan beraktivitas karena memiliki kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, meski pada saat bersamaan harus berhadapan dengan paparan asap karhutla.

 

Data BPBPK Kalteng turut menggambarkan besarnya dampak kesehatan selama penanganan karhutla dan musim kemarau tahun ini. Tercatat sebanyak 91.342 kasus ISPA dan 22.533 kasus diare.

 

Angka tersebut, menurut Bush, semestinya menjadi perhatian serius dalam melihat dampak karhutla terhadap masyarakat. Ia menilai kondisi kesehatan warga tidak seharusnya terabaikan hanya karena roda aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masih berjalan.

See also  Genap 50 Tahun, Joni Harta Dapat Ucapan dan Doa Istimewa dari Keluarga Besar DLH Kalteng

 

Di tengah kritik tersebut, Bush justru menyampaikan apresiasi terhadap langkah penanganan karhutla yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama jajaran TNI dan Polri.

 

“Saya bersyukur sekaligus mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Bapak Gubernur, Pangdam dan Bapak Kapolda dalam menangani karhutla,” katanya.

 

Apresiasi itu disampaikan Bush kepada Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin, serta Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan yang menurutnya telah menunjukkan upaya dalam menghadapi bencana karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.

 

Namun, Bush meminta agar informasi mengenai kondisi karhutla yang disampaikan kepada pemerintah pusat benar-benar mencerminkan keadaan yang dirasakan masyarakat di lapangan.

 

“Untuk itu, saya meminta Kepala BNPB, Suharyanto, jangan asal bunyi (asbun). Kami warga Kalteng sudah sangat sabar dalam menghadapi musibah ini,” tegasnya.

 

Bagi masyarakat yang berada di tengah kepungan asap, kata Bush, karhutla bukan sekadar persoalan statistik ataupun aktivitas yang masih berjalan. Ada persoalan kesehatan, keselamatan, ekonomi keluarga, hingga kualitas hidup yang harus menjadi bagian dari gambaran kondisi sebenarnya di lapangan. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *