by

RAPIMPROV KADIN Kalteng 2026 Dorong Ekonomi Hijau, Pengusaha Lokal Diminta Adaptif Hadapi Standar Global

PALANGKA RAYA, SPN — Momentum Rapat Pimpinan Provinsi (RAPIMPROV) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah 2026 sekaligus peringatan HUT KADIN ke-58 menjadi ruang strategis untuk memperkuat arah dunia usaha daerah dalam menghadapi perubahan ekonomi global.

 

https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com

Mengusung tema “Ekonomi Kalteng Tumbuh, Untuk Masa Depan Indonesia”, agenda tersebut menempatkan pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya sebagai target pembangunan Kalimantan Tengah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

 

Wakil Ketua Umum KADIN Kalteng Bidang Lingkungan Hidup, Dr. Ir. Desivera Tri Rahayu, S.T., M.T., menilai momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendorong transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan.

 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kalteng perlu berjalan beriringan dengan kesiapan pelaku usaha menghadapi tuntutan baru, khususnya terkait penerapan prinsip lingkungan, keberlanjutan, serta efisiensi pemanfaatan sumber daya.

 

“Ekonomi Kalteng tumbuh, untuk masa depan Indonesia bukan hanya menjadi tema, tetapi juga menjadi cetak biru taktis daerah sebagai jangkar ekonomi nasional,” ujar Desivera.

 

Ia menegaskan komitmennya untuk ikut mengorkestrasi penguatan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular di Kalimantan Tengah. Langkah tersebut dinilai penting agar dunia usaha di daerah tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memiliki daya adaptasi terhadap perkembangan standar keberlanjutan yang semakin diterapkan di tingkat global.

 

Transformasi menuju ekonomi hijau, lanjutnya, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

 

Pelaku usaha lokal juga didorong mulai mempersiapkan diri terhadap perubahan standar dan ekspektasi pasar global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam aktivitas bisnis.

 

“Menuju Indonesia Emas 2045, saya berkomitmen mengorkestrasi transisi ke ekonomi hijau dan sirkular, sekaligus memastikan pengusaha lokal adaptif terhadap standar sustainability global,” tegasnya.

See also  ‎Harhubnas 2026 Jadi Momentum Perkuat Konektivitas dan Aktivitas Ekonomi Masyarakat ‎

 

Desivera menilai Kalteng memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan. Potensi sumber daya alam dan aktivitas industri yang berkembang dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola dengan pendekatan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya.

 

Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi salah satu bagian penting dalam proses transformasi tersebut. Dunia usaha dituntut mampu membaca perubahan, melakukan inovasi, serta mengembangkan model bisnis yang tetap kompetitif sekaligus memperhatikan aspek lingkungan.

 

Melalui KADIN Kalteng, sinergi antarpelaku usaha diharapkan semakin kuat sehingga transformasi ekonomi tidak hanya memberikan dampak terhadap pertumbuhan investasi dan aktivitas perdagangan, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.

 

“Bersama KADIN Provinsi Kalimantan Tengah, kita wujudkan dunia usaha yang tangguh dan inklusif demi menenun masa depan Indonesia yang berkelanjutan,” pungkas Desivera.

 

Momentum RAPIMPROV KADIN Kalteng 2026 dan HUT KADIN ke-58 dengan demikian diharapkan tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan langkah konkret dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi sekaligus memanfaatkan peluang menuju pembangunan Kalimantan Tengah yang berkelanjutan. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *