by

Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP UPR Gelar Kuliah Umum Nasional Angkat Tema Green Economy dan Sustainability

PALANGKA RAYA,SPN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) melalui Program Studi Pendidikan Ekonomi sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Nasional bertajuk “Green Economy dan Sustainability: Tantangan Baru Dunia Pendidikan dan Bisnis” secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, guru, serta masyarakat dari berbagai daerah dan perguruan tinggi di Indonesia.

https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com

Kuliah umum tersebut menghadirkan Dr. Otto Budihardjo, S.E., S.H., M.M., M.H., Ak., CA., ASEAN CPA., CPMA., BKP., CSRS., CSRA, Dosen Luar Biasa di Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga sekaligus Managing Partner MUC Consulting Surabaya Office, sebagai narasumber utama.

Kegiatan diawali dengan opening speech oleh Dr. Eli Karliani, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Palangka Raya yang sekaligus membuka kegiatan kuliah umum tersebut.
Dalam pemaparannya, Dr. Otto Budihardjo menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga mampu menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Selama beberapa dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi global telah mendorong kemajuan teknologi, industrialisasi, serta peningkatan produktivitas yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Namun di sisi lain, pola pembangunan yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam dan penggunaan energi berbasis fosil juga memunculkan berbagai persoalan lingkungan, seperti peningkatan emisi karbon, perubahan iklim, degradasi ekosistem, berkurangnya keanekaragaman hayati, hingga meningkatnya volume limbah dan pencemaran lingkungan.

Menurutnya, kondisi tersebut mendorong lahirnya konsep green economy atau ekonomi hijau sebagai paradigma pembangunan yang menyeimbangkan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ekonomi hijau merupakan sistem perekonomian yang rendah karbon, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta inklusif dalam menciptakan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui pendekatan ini, pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan, menjaga kualitas lingkungan hidup, serta memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan global.

See also  ‎ORADO Kalteng Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H ‎

Lebih lanjut, Dr. Otto menegaskan bahwa konsep sustainability atau keberlanjutan menjadi fondasi penting dalam pembangunan modern. Keberlanjutan menuntut adanya keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan agar kebutuhan generasi saat ini dapat terpenuhi tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. Prinsip tersebut sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) yang menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan.

Dalam konteks dunia bisnis, narasumber menjelaskan bahwa isu keberlanjutan kini telah menjadi bagian dari strategi perusahaan dan pengambilan keputusan investasi. Penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) semakin menjadi perhatian para investor, konsumen, dan pemangku kepentingan karena mencerminkan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik. Perusahaan yang mampu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam model bisnisnya dinilai memiliki daya saing yang lebih kuat serta mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Sementara itu, dalam bidang pendidikan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan transformasi menuju ekonomi hijau. Menurut Dr. Otto, pendidikan tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membangun karakter, kesadaran lingkungan, kemampuan berpikir kritis, serta inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Narasumber juga menyoroti meningkatnya kebutuhan tenaga kerja pada berbagai sektor yang berorientasi pada keberlanjutan atau green jobs, seperti energi terbarukan, ekonomi sirkular, teknologi ramah lingkungan, pelaporan keberlanjutan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Untuk itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan memperkuat kompetensi profesional, literasi digital, pemahaman terhadap prinsip ESG, integritas, serta kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam dunia kerja yang terus berkembang.

See also  Kodam XXII/Tambun Bungai Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026, Wujudkan Semangat Persatuan Melalui Sepak Bola

Ketua Panitia, Hidayati, S.E., M.S.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penerapan ekonomi hijau dan prinsip keberlanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Menurutnya, isu perubahan iklim, transisi energi, dan tuntutan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab menjadikan pemahaman mengenai green economy dan sustainability sebagai kebutuhan penting bagi generasi muda, baik sebagai calon pendidik, pelaku usaha, maupun pengambil keputusan di masa depan.

Koordinator Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UPR, Fendy Hariatama H., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kuliah umum nasional menjadi salah satu wadah penting dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi profesional. Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan perspektif yang lebih luas mengenai pembangunan berkelanjutan serta mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan kerja nantinya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui penyelenggaraan kuliah umum nasional ini, Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UPR berharap dapat terus menghadirkan kegiatan akademik yang memperkaya wawasan, memperkuat kapasitas intelektual, serta meningkatkan kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan dan transformasi ekonomi hijau di masa depan. (red)

See also  ‎Turnamen Esports Offline SKY Gen Z Siap Digelar, Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah dan Jadi Ajang Kreativitas Anak Muda ‎

Related Posts

Don't Miss

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *