PALANGKA RAYA, SPN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama jajaran TNI-Polri menunjukkan kesiapan penuh menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan dan pengecekan sarana prasarana di Lapangan Barigas, Mapolda Kalteng, Jumat (17/4/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, didampingi Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan serta Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin.
Kegiatan ini juga turut dihadiri unsur Forkopimda dan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait.
Dalam arahannya Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan, bahwa penanggulangan karhutla menjadi fokus utama tahun ini. Untuk itu, sebanyak 7.000 personel gabungan telah disiapkan guna memperkuat langkah pencegahan dan penanganan di lapangan.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menekan potensi kebakaran yang kerap terjadi saat musim kemarau. Ia berharap kolaborasi yang terbangun dapat berjalan efektif dalam mengantisipasi maupun mengendalikan karhutla di seluruh wilayah Kalteng.
Selain itu, Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah, termasuk kewajiban melapor sebelum pembakaran, pembatasan luas lahan, serta larangan membakar lebih dari dua hektare dalam satu desa secara bersamaan.
“Peran serta masyarakat sangat penting. Mari bersama menjaga Kalimantan Tengah agar terhindar dari bencana karhutla,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, pengawasan akan diperketat melalui patroli udara yang dijadwalkan mulai pekan depan. Kegiatan ini akan melibatkan Kapolda, Gubernur, Pangdam, dan Kabinda untuk memantau secara langsung titik-titik rawan kebakaran (hotspot) di berbagai wilayah Kalteng.
Dengan kesiapan personel dan dukungan sarana prasarana yang memadai, diharapkan upaya pencegahan karhutla tahun ini dapat berjalan lebih optimal dan mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan. (red)








Comment