PALANGKA RAYA, SPN – Sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas pendidikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai mempercepat program revitalisasi sekolah di berbagai kabupaten dan kota. Salah satu fokus utama pada tahun 2026 adalah perbaikan puluhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Reza Prabowo mengungkapkan, program revitalisasi tahun ini akan menjangkau seluruh kabupaten di Kalimantan Tengah dengan cakupan yang lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, khusus untuk jenjang SMK, jumlah sekolah yang masuk dalam program revitalisasi mendekati 70 satuan pendidikan. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor pendidikan di Kalimantan Tengah.
“Di SMK saja sudah mendekati sekitar 70 sekolah yang akan direvitalisasi. Itu cukup banyak dan jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Reza menjelaskan, penentuan sekolah penerima program revitalisasi dilakukan berdasarkan data objektif yang bersumber dari sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan dipadukan dengan platform Pena Kalteng. Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memetakan kondisi sekolah berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat.
Selain peningkatan ruang belajar, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap fasilitas sanitasi sekolah. Kondisi toilet dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung proses pendidikan.
“Pak Presiden dan Pak Gubernur menginginkan toilet sekolah lebih bersih, lebih baik, dan lebih nyaman. Salah satu ukuran sekolah yang baik juga bisa dilihat dari kondisi sanitasi dan toiletnya,” kata Reza.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah belum dapat mempublikasikan jumlah pasti sekolah yang akan direvitalisasi secara keseluruhan. Saat ini proses verifikasi dan validasi data masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Program revitalisasi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mendukung pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. (Ith).











Comment