MUARA TEWEH, SPN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi masyarakat di daerah. Bagi wilayah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap transportasi darat dan distribusi antarkecamatan seperti Kabupaten Barito Utara, penyesuaian harga BBM dinilai bukan sekadar persoalan energi, melainkan dapat berdampak langsung terhadap biaya hidup masyarakat, kelancaran distribusi barang, serta keberlangsungan usaha kecil di daerah.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawaty, SE., M.A.P., mengatakan bahwa pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap dampak yang mungkin muncul setelah kenaikan harga BBM. Menurutnya, masyarakat di daerah sering kali menjadi pihak yang paling cepat merasakan konsekuensi dari meningkatnya biaya transportasi dan logistik.
“Ketika harga BBM naik, dampaknya tidak berhenti di SPBU. Yang terjadi kemudian adalah meningkatnya biaya angkut barang, biaya distribusi hasil pertanian, biaya operasional usaha, hingga ongkos transportasi masyarakat. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Sri Neni menjelaskan, bahwa Kabupaten Barito Utara memiliki wilayah yang cukup luas dengan aktivitas ekonomi yang banyak bergantung pada mobilitas transportasi. Karena itu, perubahan biaya bahan bakar memiliki pengaruh besar terhadap berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, perkebunan, hingga usaha mikro dan kecil yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Menurutnya, para pelaku usaha kecil merupakan kelompok yang cukup rentan menghadapi kenaikan biaya operasional. Ketika pengeluaran usaha meningkat sementara daya beli masyarakat melemah, maka ruang keuntungan yang diperoleh pelaku usaha akan semakin sempit.
“UMKM dan pedagang kecil adalah sektor yang harus mendapat perhatian. Mereka menghadapi dua tantangan sekaligus, yaitu meningkatnya biaya operasional dan potensi menurunnya daya beli konsumen. Jika kondisi ini berlangsung lama, tentu akan berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat,” katanya.
Politisi dari fraksi partai Golkar tersebut juga menyoroti kemungkinan meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok akibat bertambahnya biaya distribusi. Ia berharap pemerintah bersama instansi terkait dapat melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan harga di pasar agar tidak terjadi kenaikan yang berlebihan.
“Pengawasan pasar harus diperkuat. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Masyarakat saat ini membutuhkan kepastian bahwa kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau,” tegasnya.
Selain pengawasan harga, Sri Neni mendorong adanya langkah konkret untuk menjaga kelancaran distribusi barang, terutama ke wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota. Menurutnya, akses terhadap kebutuhan pokok dan layanan ekonomi harus tetap terjaga meskipun terjadi perubahan harga energi.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang terbuka kepada masyarakat terkait kebijakan energi agar tidak menimbulkan keresahan maupun spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dipahami mengenai berbagai kebijakan yang diambil. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat memahami situasi yang terjadi sekaligus menjaga kepercayaan terhadap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Sri Neni berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat bersinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memastikan masyarakat tidak menjadi pihak yang paling terdampak dari setiap perubahan kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar.
“Kita semua tentu memahami bahwa kebijakan energi memiliki banyak pertimbangan. Namun yang harus menjadi prioritas adalah bagaimana masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan baik, kebutuhan pokok tetap terjangkau, dan pertumbuhan ekonomi daerah tetap berjalan secara sehat. Jangan sampai masyarakat di daerah harus menanggung beban yang semakin berat akibat kondisi yang berada di luar kemampuan mereka,” pungkasnya. (red)








Comment