LAMANDAU, SPN – Di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak kebakaran di wilayah Kabupaten Lamandau, Kamis (20/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap situasi yang kian mengkhawatirkan, terutama setelah meningkatnya dampak kesehatan akibat kabut asap.
Bupati Rizky Aditya Putra mengaku prihatin dengan kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Menurutnya, penanganan bencana ini tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau petugas di lapangan, melainkan membutuhkan dukungan dan kesadaran seluruh elemen masyarakat.
“Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan, tetapi juga menyangkut kesehatan, lingkungan, dan masa depan masyarakat. Karena itu, diperlukan kepedulian bersama untuk mencegah dan menanggulanginya,” ujar Rizky saat meninjau lokasi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga relawan dan masyarakat setempat guna mempercepat pengendalian api di lapangan.
Kondisi karhutla yang terus berlangsung dinilai telah memasuki fase serius. Selain menyebabkan kerusakan lingkungan dan menurunkan kualitas udara, dampaknya juga mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kasus ISPA di Kalimantan dalam sepekan terakhir telah mencapai 2.052 kasus. Angka tersebut menjadi indikator bahwa dampak kabut asap akibat karhutla tidak lagi bisa dianggap sebagai ancaman biasa.
“Peningkatan kasus ISPA ini harus menjadi perhatian semua pihak. Kita tidak ingin masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya menjadi korban akibat kualitas udara yang memburuk,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas.
Pemerintah Kabupaten Lamandau, lanjut Rizky, akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan secara maksimal. Selain fokus pada pemadaman, pemerintah juga memperhatikan dampak kesehatan masyarakat dengan mendorong layanan kesehatan siaga menghadapi potensi peningkatan kasus ISPA.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kesadaran masyarakat menjadi kunci agar karhutla tidak semakin meluas dan dampaknya dapat diminimalkan,” tegasnya.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran. Pemerintah berharap kondisi cuaca yang mendukung serta partisipasi aktif masyarakat dapat membantu mempercepat pengendalian karhutla di Kabupaten Lamandau dan wilayah Kalimantan secara umum. (red)











Comment