PALANGKA RAYA, SPN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meluas di berbagai penjuru Pulau Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah, menjadi perhatian serius. Kebakaran tidak hanya mengancam kelestarian hutan, tetapi juga berdampak terhadap lingkungan, kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta keberlangsungan habitat berbagai satwa.
Kondisi tersebut turut mengundang keprihatinan Salihran, Konsultan dan Penyedia Jasa Konsultasi. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan mengambil peran dalam mencegah serta mengurangi risiko Karhutla.
“Saya turut prihatin melihat Karhutla yang saat ini terjadi di berbagai wilayah Kalimantan, termasuk di Kalimantan Tengah. Kita berharap kebakaran ini segera dapat dikendalikan dan tidak semakin meluas. Semoga kondisi ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin peduli dan bersama-sama menjaga kelestarian hutan,” ujar Salihran, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, hutan Kalimantan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan. Hutan bukan hanya menjadi tempat tumbuhnya berbagai jenis tumbuhan, tetapi juga menjadi habitat bagi beragam satwa dan bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Ketika kebakaran terjadi, dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai bentuk. Kerusakan kawasan hutan, hilangnya habitat satwa, munculnya asap, hingga terganggunya aktivitas masyarakat merupakan sejumlah dampak yang dapat ditimbulkan oleh Karhutla.
Karena itu, Salihran menilai upaya menjaga hutan harus dilakukan secara bersama-sama. Pencegahan Karhutla tidak hanya bergantung pada penanganan ketika api sudah muncul, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menghindari kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
“Menjaga hutan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama di kawasan yang rawan terjadi kebakaran. Jangan sampai api yang awalnya kecil kemudian meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” katanya.
Salihran juga memberikan apresiasi kepada para petugas, relawan, dan masyarakat yang saat ini terus berupaya menangani Karhutla di lapangan.
Ia secara khusus menyampaikan doa agar seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran diberikan perlindungan selama menjalankan tugas.
“Kita mendoakan para petugas dan relawan yang sedang berjuang di lapangan agar selalu diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Semoga api dapat segera dipadamkan dan masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak senantiasa diberikan keselamatan,” ungkapnya.
Menurut Salihran, perjuangan para petugas di lapangan perlu mendapat dukungan dari seluruh masyarakat. Salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan adalah dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta segera menyampaikan informasi kepada pihak terkait apabila menemukan adanya kebakaran atau titik api.
Ia berharap kepedulian terhadap Karhutla tidak hanya muncul ketika kebakaran telah meluas, tetapi dapat menjadi kesadaran bersama dalam kehidupan sehari-hari.
“Stop Karhutla bukan hanya sebuah slogan. Ini adalah ajakan untuk bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan kita. Kalau hutan tetap terjaga, maka kehidupan masyarakat, satwa, dan generasi yang akan datang juga ikut terlindungi,” tegas Salihran.
Ia menambahkan, Kalimantan memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang sangat berharga. Karena itu, kelestarian hutan harus menjadi perhatian bersama agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.
“Mari kita jaga Kalimantan bersama. Jangan biarkan hutan terus terbakar. Kita dukung para petugas yang sedang berjuang di lapangan dan mulai dari diri sendiri untuk mencegah Karhutla. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan dan masa depan Kalimantan,” pungkas Salihran. (red)











Comment