by

‎Bush Valentino Ingatkan Bahaya Kabut Asap di Palangka Raya, Masyarakat Diminta Utamakan Keselamatan

PALANGKA RAYA, SPN – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino, S.H., mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.
‎
‎Menurut Bush, kondisi udara yang tercemar asap membutuhkan perhatian serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat. Ia meminta warga lebih bijak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama ketika asap semakin pekat dan kualitas udara berada pada kategori berbahaya.
‎
‎“Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Apabila harus keluar, gunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap,” ujar Bush Valentino, Rabu (14/10/2026).
‎
‎Kondisi kualitas udara di Palangka Raya menjadi perhatian setelah hasil pemantauan pada Selasa (13/10/2026) pukul 13.17 WIB menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 4.055 dengan parameter utama PM2.5. Sementara pada Rabu (14/10/2026) pukul 11.14 WIB, angka pemantauan tercatat sebesar 1.300.
‎
‎Angka tersebut, apabila merujuk pada pembacaan ISPU, berada jauh di atas ambang kategori berbahaya, yakni lebih dari 300. Meski terjadi penurunan dibandingkan hari sebelumnya, masyarakat tetap perlu waspada karena kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu.
‎
‎Bush menilai, paparan asap bukan hanya persoalan jarak pandang atau terganggunya aktivitas masyarakat, tetapi juga ancaman bagi kesehatan, khususnya anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
‎
‎Ia menyarankan masyarakat menjaga kebersihan udara di dalam rumah, mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, mencukupi kebutuhan air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi. Warga juga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.
‎
‎“Jangan menunggu sampai kondisi kesehatan terganggu baru mengambil tindakan. Lindungi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita. Kelompok rentan harus mendapat perhatian lebih agar tidak menjadi korban dampak kabut asap,” tegasnya.
‎
‎Selain mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, Bush juga menekankan pentingnya penanganan karhutla secara konsisten. Menurutnya, upaya pemadaman harus dibarengi dengan pencegahan, pengawasan terhadap potensi titik api, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara melanggar ketentuan.
‎
‎Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pihak terkait untuk saling mendukung dalam menghadapi situasi tersebut. Kesadaran bersama dinilai penting agar risiko kesehatan dapat ditekan sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru.
‎
‎Bush berharap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah semakin efektif sehingga kabut asap segera berkurang dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
‎
‎“Jangan sampai kita terbiasa dengan kabut asap hingga menganggapnya sebagai hal biasa. Kesehatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas, sementara penanganan dan pencegahan karhutla perlu terus diperkuat,” tutup Bush Valentino. (red)
See also  Suriansyah Halim Apresiasi Program Pendidikan Kalteng, Sebut Negara Harus Hadir untuk Masa Depan Anak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *