PALANGKA RAYA, SPN – Mewujudkan Indonesia yang unggul dan berdaulat tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur maupun kemajuan teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Di balik lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan, terdapat peran besar para guru yang terus mengabdikan diri untuk masa depan bangsa.
Hal tersebut menjadi pesan penting dalam momentum peringatan Hari Guru Nasional ke-81 yang disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung, SH., Minggu (25/10/2026).
Mengusung tema “Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat”, peringatan ini menjadi pengingat bahwa guru memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri, nilai-nilai Pancasila, dan semangat persatuan.
Menurut Bush Valentino, pendidikan bukan sekadar proses mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga ruang untuk membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Guru memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kesadaran kebangsaan. Karena itu, penghormatan terhadap profesi guru harus diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap dunia pendidikan, termasuk perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
“Selamat Hari Guru Nasional. Terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi bangsa. Pengabdian para guru merupakan bagian penting dalam menyiapkan masa depan Indonesia yang unggul, mandiri, dan berdaulat,” pesan Bush Valentino.
Bush Valentino juga menilai, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, arus informasi, dan perubahan sosial yang berlangsung cepat. Kondisi ini menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi, tanpa mengesampingkan pembentukan moral, etika, dan karakter peserta didik.
Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, masyarakat, dan berbagai elemen organisasi menjadi penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat, Pemuda Pancasila juga memandang nilai-nilai kebangsaan dan pembentukan karakter generasi muda sebagai aspek yang perlu terus diperkuat. Pendidikan yang baik diharapkan mampu melahirkan generasi yang menghargai keberagaman, menjunjung persatuan, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan nasional.
Di Kalimantan Tengah, upaya meningkatkan kualitas pendidikan juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing, berkarya, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Peringatan Hari Guru Nasional pun tidak semestinya berhenti pada seremoni dan ucapan penghormatan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali menegaskan bahwa masa depan bangsa turut ditentukan oleh sejauh mana negara dan masyarakat menghargai, mendukung, serta memperkuat peran para pendidik.
“Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat dimulai dari pendidikan yang berkualitas dan guru yang dihargai. Sebab, di tangan para pendidik, pengetahuan ditanamkan, karakter dibentuk, dan harapan bagi masa depan bangsa terus dijaga,” pungkasnya. (red)











Comment