PALANGKA RAYA, SPN – Masa depan Indonesia tidak hanya dibangun melalui kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia yang berilmu, berintegritas, dan memiliki karakter kuat. Dalam konteks tersebut, Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya pendidikan, pembentukan akhlak, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Peringatan yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026, dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk Salihran, konsultan dan penyedia jasa konsultasi, yang menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri di Indonesia.
Menurut Salihran, santri memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa seiring dengan perkembangan zaman yang menuntut kemampuan berpikir kritis, keterampilan, serta kepribadian yang kuat.
Ia memandang pendidikan pesantren sebagai salah satu ruang penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kehidupan profesional saat ini. Kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan kejujuran, komitmen, serta kesediaan untuk terus belajar agar setiap individu mampu memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan persaingan global, santri juga diharapkan semakin terbuka terhadap ilmu pengetahuan, inovasi, dan keterampilan baru. Dengan demikian, lulusan pesantren dapat memperluas kiprah di berbagai sektor, mulai dari pendidikan dan kewirausahaan hingga pelayanan publik serta bidang profesional lainnya.
Salihran menilai, cita-cita Indonesia Emas membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki kompetensi sekaligus landasan moral yang kokoh. Karena itu, penguatan kualitas pendidikan perlu disertai dengan penanaman nilai kebangsaan, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial.
Ia juga berharap momentum Hari Santri Nasional dapat mendorong kolaborasi yang lebih luas antara lembaga pendidikan, dunia usaha, tenaga profesional, dan masyarakat dalam membuka kesempatan pengembangan potensi generasi muda.
Melalui semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Salihran mengajak para santri untuk terus mengembangkan kemampuan, menjaga akhlak, dan berani mengambil bagian dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi penerus, tetapi juga tampil sebagai sumber daya manusia unggul yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan, daerah, dan bangsa.
“Selamat Memperingati Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026. Perkuat Ilmu, Teguhkan Akhlak, Bangun Negeri Menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (red)











Comment