by

‎Yanto Eko Saputra Terpilih Pimpin Forum Kebangsaan Kalteng, Bawa Misi Perkuat Persatuan

Ads

Rp. 28 Juta

Bisa Umroh

100 Orang Pertama →

‎PALANGKA RAYA, SPN – Upaya memperkuat persatuan di tengah keberagaman organisasi kemasyarakatan, paguyuban, dan kerukunan di Kalimantan Tengah memasuki babak baru. Forum Kebangsaan Ormas, Paguyuban, dan Kerukunan Kalteng kini memiliki nakhoda baru setelah Yanto Eko Saputra dipercaya memimpin organisasi tersebut.

https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com

‎Yanto ditetapkan sebagai koordinator secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) Forum Kebangsaan Ormas, Paguyuban, dan Kerukunan Kalteng Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Aurila Hotel Palangka Raya, Minggu (6/9/2026).

‎Terpilihnya Yanto diharapkan menjadi momentum untuk mengonsolidasikan berbagai organisasi yang tergabung dalam forum sekaligus memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas kelompok.

‎Usai menerima mandat tersebut, Yanto menyampaikan bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah yang harus dijalankan secara bersama-sama. Ia menilai keberhasilan organisasi tidak dapat ditentukan oleh seorang pemimpin saja.

‎Karena itu, dirinya membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh anggota forum untuk memberikan dukungan, masukan, kritik, maupun saran dalam menjalankan kepengurusan ke depan.

‎«“Saya menyadari tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Saya sangat membutuhkan peran serta, dukungan, kerja sama, kritik, serta saran dari seluruh ormas, paguyuban, dan kerukunan,” ujar Yanto.»

‎Menurut Yanto, perbedaan pandangan yang muncul dalam pelaksanaan Mubes merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi. Perbedaan tersebut justru dapat menjadi modal untuk membangun pola komunikasi dan pengambilan keputusan yang lebih terbuka.

‎Dalam kepemimpinannya, Yanto membawa visi menjadikan Forum Kebangsaan Kalteng sebagai organisasi yang solid, inklusif, harmonis, dan berintegritas.

‎Visi tersebut kemudian diterjemahkan melalui enam misi utama. Di antaranya memperkuat persatuan dan kebersamaan antarorganisasi melalui komunikasi yang terbuka, membangun forum yang aktif dan kolaboratif, serta menanamkan nilai toleransi, gotong royong, keadilan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

See also  ‎Faridawaty Darland Atjeh: Warisan Adat Harus Diterima dengan Bangga, Diteruskan dengan Kehormatan

‎Forum juga diarahkan menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan sosial dan kebangsaan. Selain menghasilkan gagasan yang kritis, pembahasan diharapkan tetap mengedepankan sikap santun dan konstruktif.

‎Yanto turut menekankan pentingnya program kerja yang memiliki dampak nyata dan berkelanjutan. Forum, menurutnya, tidak boleh hanya aktif dalam agenda seremonial, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

‎Penguatan jaringan dan sinergi dengan berbagai sektor juga menjadi bagian dari agenda kepemimpinannya agar kontribusi Forum Kebangsaan Kalteng semakin luas, baik dalam kehidupan sosial, kebangsaan maupun pembangunan daerah.

‎«“Saya tidak menjanjikan semua akan berjalan sempurna, tetapi saya berjanji akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, terbuka terhadap masukan, dan mengutamakan kepentingan bersama,” tegasnya.»

‎Disiapkan dalam Waktu Singkat

‎Ketua Panitia Mubes, Tomu Sibarani, S.T., M.A.P., mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut dipersiapkan dalam waktu relatif singkat.

‎Panitia mulai bergerak setelah menerima Surat Keputusan (SK) Pembentukan Panitia dari Pembina Forum pada 25 Agustus 2026. Mubes sekaligus menjadi agenda penting untuk mengisi kekosongan kepemimpinan setelah koordinator sebelumnya meninggal dunia.

‎Menurut Tomu, persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai elemen, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat dan akademisi.

‎«“Panitia bekerja dengan cepat, tepat, dan berkoordinasi lintas unsur, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga akademisi,” katanya.»

‎Ia menyampaikan, sebanyak 105 ormas, paguyuban, dan kerukunan tercatat memiliki hak suara dalam Mubes tersebut.

‎Tomu menambahkan, terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan tidak terlepas dari semangat gotong royong para anggota forum.

‎Ke depan, ia berharap forum dapat berkembang menjadi wadah yang tidak hanya mempertemukan berbagai organisasi, tetapi juga mampu menjadi mitra kritis sekaligus strategis bagi pemerintah daerah.

See also  ‎Adv. Benny Pakpahan Ajak Umat Maknai Kenaikan Yesus Kristus dengan Semangat Kasih dan Pengharapan

‎Menurutnya, setiap gagasan maupun keputusan yang dihasilkan forum perlu diperkuat dengan kajian dan pemikiran yang matang.

‎«“Ke depan, kami berharap setiap keputusan dan perumusan kebijakan di dalam forum dapat dibina secara akademis, memiliki narasi teknokratis, serta berlandaskan pemikiran yang matang,” jelasnya.»

‎Huma Betang Jadi Semangat Merawat Keberagaman

‎Pembina Forum Kebangsaan Kalteng, Brigjen Pol (Purn) Andreas Wayan Wisaksono, S.I.K., menegaskan bahwa keberadaan forum memiliki posisi penting dalam menjaga hubungan antarkelompok masyarakat.

‎Ia melihat pertumbuhan jumlah maupun aktivitas ormas, paguyuban, dan kelompok kerukunan di Kalimantan Tengah harus dibarengi komunikasi serta koordinasi yang kuat.

‎Forum diharapkan dapat menjadi jembatan antarelemen masyarakat sehingga potensi kesalahpahaman maupun konflik dapat dicegah sejak dini.

‎Saat membuka Mubes, Andreas menjelaskan bahwa pembentukan Forum Kebangsaan tidak terlepas dari kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya gesekan antarkelompok di Kalteng.

‎Pengalaman konflik sosial di masa lalu, menurutnya, menjadi pelajaran penting agar seluruh elemen masyarakat tidak lengah dalam menjaga persatuan.

‎«“Forum Kebangsaan ini terbentuk dari kesepakatan bersama akibat rasa ketakutan saya akan potensi gesekan antarormas di Kalteng. Kita punya catatan sejarah kelam terkait kerusuhan masa lalu yang merugikan semua pihak. Kita tidak ingin hal itu terulang kembali,” ujarnya.»

‎Andreas mengingatkan agar keberagaman yang menjadi karakter kuat Kalimantan Tengah tidak dipandang sebagai sumber perbedaan yang memecah masyarakat. Sebaliknya, keberagaman harus ditempatkan sebagai kekuatan bersama.

‎Nilai toleransi, kebersamaan dan saling menghormati dinilai perlu terus dirawat. Dalam konteks tersebut, filosofi Huma Betang dan kearifan lokal masyarakat Dayak diharapkan dapat menjadi pijakan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan terbuka terhadap perbedaan.

See also  Antrean Panjang Mengular di SPBU, Pemko Palangka Raya Cari Solusi

‎Dengan terpilihnya Yanto Eko Saputra sebagai koordinator, Forum Kebangsaan Kalteng diharapkan mampu memasuki fase baru yang lebih aktif dalam menghubungkan berbagai kekuatan organisasi masyarakat.

‎Kepemimpinan baru tersebut juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi internal, memperluas kolaborasi lintas organisasi, menjaga kondusivitas daerah, serta menghadirkan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *