PALANGKA RAYA, SPN – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menyambut baik arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pentingnya pembelajaran Bahasa Prancis di sekolah-sekolah sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di era globalisasi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan bahwa arahan tersebut selaras dengan langkah yang telah lebih dahulu dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui program pembelajaran bahasa asing berbasis virtual bagi siswa SMA dan SMK.
Menurut Reza, penguasaan bahasa asing saat ini menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi persaingan global yang semakin terbuka.
“Bahasa asing bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga menjadi jembatan untuk mengakses pendidikan, teknologi, budaya, hingga peluang kerja di tingkat internasional. Karena itu kami menyambut positif arahan Bapak Presiden,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, sejak Oktober 2025 Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah telah mengimplementasikan Program Pembelajaran Bahasa Asing Virtual yang dapat diikuti oleh peserta didik SMA dan SMK dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Dalam program tersebut, Bahasa Prancis telah menjadi salah satu mata pelajaran yang diajarkan bersama Bahasa Inggris, Jepang, Jerman, dan Arab. Kehadiran program ini bertujuan memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh siswa untuk memperoleh pendidikan bahasa asing tanpa terkendala kondisi geografis.
“Kalimantan Tengah memiliki wilayah yang sangat luas. Melalui pembelajaran virtual, siswa yang berada di daerah terpencil maupun perkotaan memiliki akses yang sama untuk belajar bahasa asing dengan kualitas pembelajaran yang setara,” jelasnya.
Seiring meningkatnya minat peserta didik, Disdik Kalteng kemudian menambah pembelajaran Bahasa Korea dan Bahasa Mandarin pada awal tahun 2026. Penambahan tersebut menjadikan total tujuh bahasa asing yang kini dapat dipelajari siswa melalui platform virtual.
Saat ini pembelajaran dilaksanakan secara terjadwal setiap pekan, sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memperluas kemampuan bahasa sesuai minat dan kebutuhan mereka.
Reza menilai, kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa asing akan menjadi modal penting bagi generasi muda Kalimantan Tengah untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, mengikuti program pertukaran pelajar, hingga memasuki dunia kerja internasional.
“Kami ingin membekali peserta didik dengan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. Semakin luas kemampuan bahasa yang dimiliki, semakin besar pula peluang yang dapat mereka raih di masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap penguatan pendidikan terus dilakukan melalui berbagai inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia.
Dengan adanya arahan Presiden Prabowo terkait pembelajaran Bahasa Prancis, Reza optimistis upaya yang telah dilakukan Disdik Kalteng akan semakin mendapat dukungan dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik.
“Komitmen kami adalah menghadirkan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global. Kami ingin generasi muda Kalimantan Tengah tumbuh menjadi SDM unggul yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (red)

















Comment