by

ORADO Kalteng: Jangan Biarkan Api Merenggut Masa Depan Tanjung Puting

PALANGKA RAYA, SPN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Di tengah perjuangan petugas dan relawan menghadapi kobaran api, Ketua Pengurus Provinsi Olahraga Domino (ORADO) Kalimantan Tengah, Rusdi, SH., menyerukan kepedulian bersama untuk menyelamatkan kawasan konservasi yang menjadi salah satu habitat penting orangutan Kalimantan.

 

https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com

Bagi Rusdi, musibah tersebut bukan sekadar persoalan kebakaran hutan, melainkan ancaman terhadap keberlangsungan ekosistem dan kekayaan alam yang menjadi kebanggaan Kalimantan Tengah. Hutan yang terbakar berpotensi menghilangkan tempat hidup satwa liar sekaligus merusak keseimbangan lingkungan yang selama ini menopang kehidupan.

 

Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi dan berharap penanganan karhutla di kawasan tersebut mendapat dukungan lebih kuat, terutama mengingat sulitnya menjangkau sejumlah titik kebakaran.

 

“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Tanjung Puting merupakan kekayaan alam yang harus kita jaga. Di sana ada orangutan dan berbagai satwa lainnya yang bergantung pada kelestarian hutan. Kita tentu tidak ingin kebakaran terus berlangsung hingga semakin mengancam habitat dan kehidupan satwa yang ada di dalamnya,” ujar Rusdi, Senin (12/10/2026).

 

“Relawan Telah Berjuang, Dukungan Konkret Sangat Dibutuhkan”

 

Perhatian terhadap karhutla TN Tanjung Puting semakin menguat setelah relawan gabungan dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan dan Himpunan Pramuwisata Indonesia Kotawaringin Barat menyampaikan permintaan bantuan kepada pemerintah pada 11 Oktober 2026.

 

Setelah berhari-hari berupaya melakukan pemadaman, para relawan memutuskan menarik sementara personel dari kegiatan pemadaman langsung karena keterbatasan kemampuan dan belum terlihatnya hasil yang signifikan. Mereka meminta penanganan diperkuat, termasuk melalui pengerahan helikopter water bombing untuk membantu menjangkau titik api di zona inti kawasan konservasi.

See also  ‎Ketua Pengprov ORADO Kalteng Tegaskan Olahraga Benteng Generasi Muda dari Ancaman Narkotika ‎

 

Kondisi medan yang sulit dijangkau melalui jalur darat menjadi salah satu tantangan dalam upaya pemadaman. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa perjuangan menyelamatkan kawasan hutan membutuhkan dukungan sarana, logistik, dan strategi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

 

Rusdi berharap, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dapat terus memperkuat koordinasi serta menindaklanjuti kebutuhan penanganan berdasarkan hasil evaluasi lapangan.

 

“Petugas dan relawan sudah berupaya dengan kemampuan yang mereka miliki. Karena itu, kita berharap ada dukungan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Jika titik api sulit dijangkau dari darat, tentu diperlukan evaluasi dan langkah penanganan yang tepat, termasuk mempertimbangkan bantuan pemadaman dari udara,” ungkapnya.

 

Ia juga menekankan, keselamatan petugas dan relawan harus menjadi prioritas. Upaya menyelamatkan hutan tidak boleh mengabaikan keselamatan orang-orang yang berada di garis depan penanganan kebakaran.

 

“ORADO Kalteng Ajak Masyarakat Satukan Kepedulian”

 

Rusdi menilai, perlindungan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau organisasi yang bergerak di bidang konservasi. Masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen daerah memiliki peran dalam mencegah kebakaran serta menjaga kelestarian alam.

 

Ia mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, dan segera melaporkan titik api kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.

 

Menurutnya, kepedulian terhadap Tanjung Puting perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Dukungan moral kepada petugas dan relawan, penyebarluasan informasi yang bertanggung jawab, serta keterlibatan dalam upaya pencegahan merupakan bagian dari kontribusi yang dapat dilakukan bersama.

 

“Jangan sampai kita baru menyadari betapa berharganya hutan ketika kerusakannya sudah semakin luas. Mari kita bangun kepedulian bersama dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Menjaga Tanjung Puting berarti menjaga rumah bagi orangutan dan satwa lainnya, sekaligus melindungi kekayaan alam yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Rusdi.

See also  Polisi Turun ke Lokasi Sengketa Eks Kantor DPD PDIP Kalteng, Suriansyah Klaim Satgas Akui Bongkar Gembok

 

“Berharap Api Segera Padam, Tanjung Puting Kembali Pulih”

 

Di tengah situasi yang memprihatinkan tersebut, Rusdi berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla diberikan kekuatan dan keselamatan. Ia juga berharap kondisi cuaca mendukung upaya pemadaman sehingga api dapat segera dikendalikan dan ancaman terhadap kawasan konservasi tidak semakin meluas.

 

“Kita sama-sama berharap dan berdoa agar kebakaran ini segera berakhir, hujan turun membantu pemadaman, serta seluruh petugas dan relawan diberikan kesehatan dan keselamatan. Semoga Tanjung Puting dapat diselamatkan dan kembali pulih. Ini bukan hanya tentang hutan hari ini, tetapi juga tentang masa depan lingkungan dan kehidupan satwa yang ada di dalamnya,” harap Rusdi.

 

Rusdi menegaskan, musibah ini harus menjadi pengingat pentingnya menjaga alam secara berkelanjutan. Dengan kerja sama, kepedulian, dan penanganan yang tepat, diharapkan upaya menyelamatkan Taman Nasional Tanjung Puting dapat berjalan lebih maksimal.

 

“Selamatkan Tanjung Puting, lindungi orangutan, dan jaga warisan alam Kalimantan untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *