PALANGKA RAYA, SPN – Ketua Pengurus Provinsi Olahraga Domino (ORADO) Kalimantan Tengah, Rusdi, SH., mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.
Rusdi mengajak masyarakat menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta memperkuat kebersamaan di tengah situasi yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Rusdi juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan tim gabungan dan relawan yang terus berjuang menangani karhutla di lapangan. Selain itu, ia berharap hujan segera turun di wilayah Kalteng agar dapat membantu meredakan kebakaran dan mengurangi kepungan asap yang mengganggu kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kondisi yang dihadapi saat ini membutuhkan kepedulian bersama. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga keselamatan diri dan keluarga, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada para petugas yang bekerja keras memadamkan api di tengah kondisi lapangan yang tidak mudah.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Mari kita tetap waspada, menjaga kesehatan keluarga, serta mendoakan tim gabungan dan relawan yang sedang berjuang di lapangan. Semoga mereka selalu diberikan keselamatan dan kekuatan, serta hujan segera turun agar kondisi di Kalteng berangsur membaik,” imbau Rusdi, Kamis (15/10/2026).
“Kualitas Udara Palangka Raya Masih Berbahaya”
Kewaspadaan tersebut sejalan dengan kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya yang dilaporkan masih berada pada tingkat berbahaya. Berdasarkan data pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup yang diberitakan pada Selasa, 13 Oktober 2026, stasiun pemantauan Palangka Raya di wilayah Jekan Raya mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 4.055, dengan PM2.5 sebagai parameter pencemar utama. Angka tersebut jauh melampaui ambang kategori berbahaya, yakni ISPU di atas 300.
Laporan pada Rabu, 14 Oktober 2026, juga menyebutkan konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya masih sangat tinggi. Meski demikian, angka ISPU dan konsentrasi PM2.5 merupakan indikator berbeda, sehingga perlu dibaca sesuai parameter, satuan, waktu, dan stasiun pemantauannya. Data tersebut menunjukkan bahwa paparan asap masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Di tingkat provinsi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, menyampaikan bahwa jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam pencatatan mingguan belakangan berada di kisaran 5.200 kasus per minggu, turun dari rata-rata sekitar 6.000 kasus pada periode sebelumnya. Angka tersebut merupakan catatan kasus mingguan, bukan jumlah kumulatif seluruh penderita ISPA sejak awal karhutla.
Sementara itu, khusus Kota Palangka Raya, Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 10.240 kasus ISPA sejak awal Juni hingga awal Oktober 2026. Data tersebut memperlihatkan besarnya dampak gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat di tengah paparan asap karhutla.
“Ajak Masyarakat Lindungi Keluarga dan Dukung Relawan”
Menyikapi kondisi tersebut, Rusdi mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kabut asap, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Ia mengimbau warga menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak, serta menjaga kondisi tubuh dengan beristirahat cukup dan memenuhi kebutuhan cairan. Jika mengalami keluhan pernapasan, masyarakat diharapkan segera mencari pertolongan tenaga kesehatan.
Rusdi juga mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan dan saling membantu selama menghadapi dampak karhutla. Dukungan terhadap tim pemadam dan relawan, menurutnya, dapat diberikan melalui doa, kepedulian sosial, serta bantuan sesuai kebutuhan dan arahan petugas di lapangan.
“Jangan sampai kondisi ini membuat kita kehilangan semangat untuk saling peduli. Mari kita tetap bersatu, saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan, dan mendoakan saudara-saudara kita yang sedang bertugas. Kita berharap hujan segera turun dan keadaan kembali membaik,” pesan Rusdi.
Ia berharap, penanganan karhutla terus diperkuat, sementara masyarakat tetap disiplin menjaga kesehatan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memperparah kabut asap.
Di tengah kondisi yang masih memprihatinkan, kebersamaan, kepedulian, dan kewaspadaan menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat serta memberikan dukungan kepada mereka yang berada di garis depan penanganan karhutla. (red)











Comment