PALANGKA RAYA, SPN – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah mengundang keprihatinan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Drs. Mukhtarudin.
Kepedulian itu diwujudkan melalui aksi nyata dengan menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan, penyediaan oksigen gratis, hingga membagikan ribuan masker kepada masyarakat.
Melalui Mobil Keliling Sehat Mukhtarudin, pelayanan sosial tersebut dilaksanakan pada Sabtu (24/10/2026), dengan menyasar warga Kelurahan Kereng Bangkirai dan masyarakat di kawasan Pasar Kahayan, Palangka Raya.
Bekerjasama dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kalimantan Tengah, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap, terutama dalam menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Bagi Mukhtarudin, situasi tersebut bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat yang harus mendapat perhatian serius. Karena itu, langkah konkret untuk membantu warga dinilai penting agar mereka tidak menghadapi dampak bencana karhutla sendirian.
Mukhtarudin mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi yang dialami masyarakat Kalimantan Tengah. Ia berharap, berbagai upaya penanganan karhutla dapat berjalan beriringan dengan langkah perlindungan kesehatan bagi warga yang terdampak.
“Saya turut prihatin dengan kondisi kabut asap akibat karhutla yang dirasakan masyarakat Kalimantan Tengah. Situasi ini tentu menjadi perhatian kita bersama, karena dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan,” ungkap Mukhtarudin.
Menurutnya, dalam situasi seperti ini, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui ungkapan keprihatinan. Diperlukan tindakan nyata, sekecil apa pun, yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Atas dasar itu, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, penyediaan oksigen, dan pembagian masker dihadirkan sebagai bentuk dukungan bagi warga yang membutuhkan bantuan di tengah kondisi kabut asap.
Mukhtarudin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BKMT Kalimantan Tengah atas kerja sama serta kepercayaan yang diberikan sehingga kegiatan bakti sosial tersebut dapat terlaksana.
Ia menilai, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun solidaritas, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana yang berdampak luas terhadap kehidupan sehari-hari.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kolaborasi yang dipercayakan oleh BKMT Kalimantan Tengah. Melalui kebersamaan ini, kita dapat melaksanakan aksi bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, penyediaan oksigen gratis, serta pembagian masker kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kolaborasi tersebut merupakan wujud ikhtiar bersama untuk saling membantu dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak.
“Ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama, bagaimana kita bisa bahu-membahu membantu sesama umat yang sedang menghadapi musibah karhutla, khususnya dari sisi bantuan kesehatan. Dalam kondisi seperti ini, semangat kebersamaan dan kepedulian harus terus kita perkuat,” tambahnya.
“Kesehatan Warga Menjadi Perhatian”
Pelayanan melalui Mobil Keliling Sehat Mukhtarudin diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara gratis. Sementara itu, pembagian ribuan masker di Kelurahan Kereng Bangkirai dan Pasar Kahayan menjadi bagian dari upaya mendukung perlindungan warga ketika beraktivitas di tengah paparan asap.
Langkah tersebut juga menegaskan bahwa penanganan karhutla perlu disertai perhatian terhadap dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran, perlindungan kesehatan menjadi aspek yang tidak kalah penting.
Di tengah kondisi yang menuntut kewaspadaan, Mukhtarudin berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh. Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan sekaligus meringankan beban warga.
Bagi Mukhtarudin, membantu masyarakat di tengah bencana merupakan panggilan kemanusiaan. Kehadiran layanan kesehatan, oksigen, dan masker gratis menjadi salah satu bentuk kepedulian agar warga Kalimantan Tengah tetap mendapatkan perhatian dan dukungan saat menghadapi dampak kabut asap karhutla. (red)











Comment