by

ISPU Palangka Raya Masih Mengkhawatirkan, Lurah Langkai Imbau Warga Jaga Kesehatan

PALANGKA RAYA, SPN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Di tengah kondisi udara yang memburuk, warga diimbau mengurangi paparan asap dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap semakin pekat.

 

https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com https://suarapatriotnusantara.com

Lurah Langkai, Muhamad Abidin, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan dampak kabut asap terhadap kesehatan. Imbauan tersebut disampaikan pada Rabu (14/10/2026), menyusul kondisi kualitas udara di Palangka Raya yang masih berada pada tingkat mengkhawatirkan.

 

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara, pada Selasa (13/10/2026) pukul 13.17 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di stasiun pemantauan Palangka Raya, Jekan Raya, tercatat mencapai 4.055 dengan parameter pencemar utama PM2.5. Sementara itu, pada Rabu (14/10/2026) pukul 11.14 WIB, ISPU Palangka Raya tercatat sebesar 1.300.

 

Kedua angka tersebut jauh melampaui batas kategori berbahaya, yakni ISPU di atas 300. Meski angka pemantauan menunjukkan penurunan, kondisi tersebut belum berarti udara telah aman untuk dihirup masyarakat. Kualitas udara juga dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan pergerakan asap.

 

Muhamad Abidin mengingatkan, paparan asap karhutla dapat mengganggu kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

 

“Di tengah kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan, kami mengimbau masyarakat Kelurahan Langkai agar lebih memperhatikan kesehatan diri dan keluarga. Kurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak dan gunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel asap saat harus beraktivitas di luar,” pesan Muhamad Abidin.

 

Ia juga mengingatkan warga agar menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta memperhatikan kondisi anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia.

See also  ‎Aspirasi Warga Terwujud, Jalan P. Suriansyah Kini Dicor dan Lebih Nyaman Dilalui

 

Selain itu, masyarakat disarankan menutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke lingkungan permukiman, serta menjaga udara di dalam rumah tetap bersih sebisa mungkin. Apabila muncul keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi mata yang semakin berat, warga diminta segera mencari pertolongan medis.

 

Menurutnya, kewaspadaan perlu dilakukan bersama agar dampak kabut asap tidak semakin membebani masyarakat. Warga juga diharapkan mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dan imbauan kesehatan dari pihak berwenang.

 

Di tengah kondisi tersebut, upaya penanganan karhutla dan pencegahan munculnya titik api baru perlu terus diperkuat. Masyarakat diharapkan turut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi menambah pencemaran udara.

 

Muhamad Abidin berharap, kondisi udara di Kota Palangka Raya segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan lebih aman dan nyaman.

 

“Yang terpenting saat ini adalah menjaga kesehatan diri dan keluarga. Jangan memaksakan aktivitas di luar rumah ketika kondisi asap sedang pekat. Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan agar dampak kabut asap tidak semakin meluas,” pungkasnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *