PALANGKA RAYA, SPN – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya mulai mematangkan kajian pemetaan potensi bisnis PT Bank Kalteng.
Pembahasan tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kamis (8/10/2026). Kajian ini diarahkan untuk memotret potensi ekonomi dan aktivitas dunia usaha di berbagai wilayah Kalteng sebagai bahan pengembangan bisnis dan layanan perbankan.
Dari KADIN Kalteng hadir Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Organisasi, Hukum dan Komunikasi Hardianto Abednego, Ketua Komite Tetap Manajemen Risiko Sabasti Aksa, serta Direktur Eksekutif KADIN Kalteng Rusdi.
Sementara Ketua KADIN kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah turut mengikuti rapat secara daring melalui Zoom Meeting.
Dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, rapat diikuti Direktur LP2M Dr. apt. Mohammad Rizki Fadhil Pratama, M.Si., bersama jajaran.
Koordinasi tersebut menjadi tindak lanjut kerja sama antara KADIN Kalteng dan LP2M Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dalam mendukung pelaksanaan kajian pemetaan potensi bisnis PT Bank Kalteng.
Kajian diharapkan mampu menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif terkait potensi ekonomi daerah, sektor dan komoditas unggulan, pelaku usaha, hingga ekosistem bisnis yang berkembang di Kalimantan Tengah.
Selain itu, pemetaan juga diarahkan untuk melihat kebutuhan pembiayaan, potensi penghimpunan dana, payroll, transaksi perbankan serta peluang pengembangan bisnis PT Bank Kalteng di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan.
Dalam rapat tersebut turut dibahas peran KADIN dalam mendukung tim kajian, terutama dalam membantu mengidentifikasi serta menghubungkan peneliti dengan pengurus KADIN, asosiasi usaha dan pelaku usaha potensial di berbagai daerah.
Kajian direncanakan mencakup 136 kecamatan yang tersebar di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Pengumpulan data akan dilakukan melalui responden dari kalangan pelaku usaha serta metode In-Depth Interview (IDI) dengan sejumlah informan kunci, termasuk unsur KADIN dan asosiasi usaha di masing-masing daerah.
Melalui pemetaan tersebut, KADIN Kalteng berharap tersedia data yang lebih faktual mengenai kondisi, kebutuhan dan potensi dunia usaha di Bumi Tambun Bungai.
Hasil kajian nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu bahan masukan strategis dalam pengembangan layanan dan bisnis PT Bank Kalteng, sekaligus mendorong penguatan ekosistem usaha dan pembiayaan daerah. (red)











Comment